Media Kampung – 05 April 2026 | Agung Danarto, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memberikan sambutan dalam acara pengukuhan Guru Besar dan Pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) periode 2026‑2030, menekankan peran ilmu pengetahuan dan literasi sebagai fondasi utama peradaban.
Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa belajar tidak sekadar mengumpulkan fakta, melainkan proses pembentukan karakter yang berlandaskan pada nilai‑nilai Islam yang menghargai ilmu.
Agung Danarto menambahkan bahwa keilmuan harus diintegrasikan dengan budaya membaca sehingga masyarakat dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan inovatif.
Ia menyoroti bahwa UMMU sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ekosistem akademik yang mendukung penelitian lintas disiplin serta peningkatan literasi digital.
Pengukuhan Guru Besar sekaligus pelantikan rektor baru dianggap sebagai momentum strategis untuk memperkuat kebijakan kurikulum yang menempatkan ilmu pengetahuan dan literasi sebagai kompetensi inti.
“Keilmuan dan budaya literasi adalah pilar fundamental peradaban,” ujar Agung Danarto, menegaskan bahwa keduanya tidak dapat dipisahkan dalam upaya membangun generasi yang berdaya saing global.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai‑nilai Islam menuntut umatnya untuk terus mencari ilmu, sehingga pendidikan harus menjadi sarana utama dalam mewujudkan cita‑cita tersebut.
Pada kesempatan itu, rektor terpilih UMMU menyatakan komitmen untuk memperluas program beasiswa, meningkatkan fasilitas perpustakaan, serta mengintegrasikan teknologi informasi dalam proses pembelajaran.
Program tersebut diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses pendidikan di wilayah Maluku Utara, terutama bagi mahasiswa dari daerah terpencil.
Agung Danarto menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga keagamaan akan mempercepat realisasi visi pendidikan inklusif yang berlandaskan pada keilmuan dan literasi.
Ia menutup pidatonya dengan harapan bahwa para akademisi, pendidik, dan mahasiswa akan menjadikan nilai‑nilai tersebut sebagai landasan dalam setiap kegiatan akademik dan sosial.
Dengan penekanan pada ilmu pengetahuan dan budaya membaca, Muhammadiyah berupaya memperkuat peranannya dalam pembangunan peradaban Indonesia yang berkarakter Islam namun terbuka pada ilmu universal.
Sebagai bagian dari agenda strategis, UMMU berencana meluncurkan pusat riset yang fokus pada kajian Islam dan ilmu pengetahuan modern, dengan harapan dapat menghasilkan publikasi ilmiah yang berkontribusi pada wacana nasional.
Pusat riset tersebut akan melibatkan dosen senior, peneliti muda, serta kolaborasi dengan universitas lain di dalam dan luar negeri, memperkuat jaringan akademik Muhammadiyah.
Selain itu, program literasi digital akan diarahkan kepada masyarakat umum melalui workshop, pelatihan menulis, dan kampanye membaca yang melibatkan perpustakaan keliling.
Inisiatif ini diharapkan menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini, sehingga generasi mendatang dapat menginternalisasi nilai‑nilai keilmuan secara alami.
Keseluruhan kebijakan ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah untuk menjadikan ilmu pengetahuan dan literasi sebagai landasan utama dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya bangsa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan