Media Kampung – 04 April 2026 | Pemkab Nganjuk mengumumkan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Pendidikan untuk memberikan perlindungan hukum serta keselamatan bagi siswa yang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang di industri.
Kerjasama ini diluncurkan pada Kamis 2 April di Frontone Hotel, Nganjuk, dan menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam menanggulangi risiko kecelakaan kerja pada peserta magang.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Ardiyanto, menegaskan bahwa PKL kini menjadi mata pelajaran wajib yang harus dipersiapkan secara matang, mulai dari materi hingga penilaian dan aspek keselamatan.
“PKL bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian penting kurikulum yang harus menjamin keamanan peserta,” ujarnya dalam sambutan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nganjuk, Tri Boeana Widayanti, menambahkan bahwa siswa magang memiliki hak yang sama untuk memperoleh jaminan sosial seperti pekerja pada umumnya.
“Risiko di industri, khususnya yang menggunakan alat berat, tidak dapat diremehkan; perlindungan harus dimulai sejak awal penempatan,” tegas Widayanti.
Program perlindungan berlaku selama masa magang, sehingga bila terjadi kecelakaan atau kejadian tak terduga, siswa dan keluarga akan mendapatkan jaminan hukum serta santunan sesuai ketentuan BPJS.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengimbau semua pihak, termasuk sekolah dan perusahaan, untuk mendaftarkan siswa pada program ini tanpa ragu.
“Asuransi ini tidak hanya melindungi siswa, tetapi juga memberi kepastian bagi orang tua dan institusi pendidikan,” kata Djumadi.
Implementasi program mencakup pendaftaran peserta, sosialisasi prosedur klaim, serta pelatihan singkat tentang penggunaan alat pelindung diri di tempat industri.
Dinas Pendidikan akan menyiapkan modul evaluasi PKL yang memuat standar keselamatan, sementara BPJS menyediakan panduan administratif untuk klaim.
Dengan sinergi tiga pihak, diharapkan siswa dapat fokus pada pembelajaran kompetensi kerja tanpa harus khawatir akan potensi bahaya.
Keberhasilan inisiatif ini diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam mengintegrasikan perlindungan sosial ke dalam program magang pendidikan vokasi.
Hingga kini, lebih dari seratus siswa dari berbagai SMK di Nganjuk telah terdaftar, menandai langkah awal yang signifikan dalam meningkatkan keselamatan kerja generasi muda.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan