Media Kampung – 04 April 2026 | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan mulai diuji coba di Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 2 Kota Malang, dengan total 1.600 porsi SPPG Gadang.

Uji coba dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, dan dipantau langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Wali kota ikut makan bersama siswa kelas VI, menyaksikan antusiasme mereka dalam mengambil makanan.

Sistem prasmanan menggantikan pola distribusi makanan terpusat, memberikan kebebasan siswa memilih porsi sesuai kebutuhan.

Wahyu Hidayat menyatakan, “Para siswa tampak antusias mengambil makanan karena disajikan hangat dan porsi dapat disesuaikan.”

Ia menambahkan bahwa kualitas gizi makanan telah memenuhi standar, dan menu yang disajikan dinilai lengkap.

Total 1.600 porsi berasal dari SPPG Gadang, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian siswa.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang, Suryadi, menilai inovasi prasmanan memberi fleksibilitas dan mengurangi pemborosan makanan.

Suryadi menekankan pentingnya agar sistem baru tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Ia menegaskan, “Waktu belajar harus tetap prioritas, skema harus memperhatikan beban guru.”

Secara nasional, program MBG telah menjangkau 61 juta penerima, dengan pemerintah fokus pada perbaikan standar gizi.

Implementasi di Malang berfungsi sebagai pilot untuk menilai efektivitas model prasmanan sebelum penyebaran lebih luas.

Observasi awal menunjukkan siswa mengambil makanan lebih cepat dibandingkan sistem kantong tradisional.

Guru di MIN 2 melaporkan tidak ada gangguan kelas selama distribusi prasmanan.

Wali kota menyatakan bahwa evaluasi akan melibatkan data konsumsi dan sisa makanan.

Data sementara mengindikasikan penurunan sampah makanan sekitar 30% dibandingkan distribusi sebelumnya.

Kelebihan prasmanan termasuk suhu makanan yang tetap hangat, sehingga meningkatkan selera makan siswa.

Ahli gizi daerah menilai menu sudah mencakup karbohidrat, protein, sayur, dan buah sesuai standar gizi.

SPPG Gadang menyediakan beras, lauk, sayur, buah, serta tambahan susu yang dapat dipilih secara mandiri.

Model prasmanan memungkinkan penyesuaian porsi bagi siswa dengan kebutuhan energi yang berbeda.

Orang tua mengapresiasi kebebasan anak dalam menentukan porsi yang cukup dan seimbang.

Pemerintah kota berencana memperluas uji coba ke tiga sekolah lain bila hasil akhir positif.

Rencana tersebut mencakup pelatihan staf dapur untuk mengelola prasmanan secara efisien.

Evaluasi akhir dijadwalkan pada akhir Juni 2026, dan hasilnya akan diserahkan kepada Dinas Pendidikan.

Uji coba MBG prasmanan di Malang menunjukkan respons positif dari siswa, guru, dan pemangku kepentingan, menandai langkah awal perbaikan program gizi sekolah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.