Media Kampung – 01 April 2026 | Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera mempercepat renovasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu.
Data Satgas mencatat total 4.922 fasilitas pendidikan terdampak di tiga provinsi, dengan Aceh paling parah mencatat 3.120 unit.
Sumatera Utara mencatat 1.149 unit terdampak, sementara Sumatera Barat tercatat 653 unit yang perlu dipulihkan.
Meski kerusakan meluas, proses belajar mengajar di ketiga provinsi telah kembali berjalan penuh.
Sebagian besar ruang kelas telah dipulihkan; di Aceh 3.046 unit sudah kembali menggelar pembelajaran di ruang asal.
Di Sumatera Utara, 1.133 fasilitas pendidikan telah kembali beroperasi, dan di Sumatera Barat 640 unit telah pulih.
| Provinsi | Fasilitas Terdampak | Sudah Dipulihkan |
|---|---|---|
| Aceh | 3.120 | 3.046 |
| Sumatera Utara | 1.149 | 1.133 |
| Sumatera Barat | 653 | 640 |
Satgas PRR terus menargetkan fasilitas yang masih berada dalam kondisi darurat, termasuk kelas tenda dan ruang sementara.
Ketua Satgas PRR Tito Karnavian mengakui masih ada siswa yang belajar di kondisi tidak ideal.
Ia menekankan bahwa perbaikan diprioritaskan pada bangunan yang rusak parah, sesuai kesepakatan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menteri Abdul Mu’ti menyatakan lebih dari 1.000 fasilitas pendidikan telah ditandatangani kerja sama renovasi.
Prioritas diberikan pada sekolah dengan kerusakan berat untuk mempercepat pemulihan.
Tito menambahkan bahwa kerja sama tersebut melibatkan kontraktor yang akan melaksanakan renovasi secara bertahap.
Di lapangan, siswa SMA Negeri 2 Meureudu, Pidie Jaya, Nuraiche, mengungkapkan semangat tetap tinggi menjelang Ujian Kelas Akhir.
Ia menyatakan bahwa meskipun masih berada di kelas darurat, persiapan ujian tetap berjalan intensif.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Hasanah, menjelaskan bahwa 92 siswa kelas 12 akan mengikuti ujian dengan 14 mata pelajaran.
Sekolah telah menyediakan kisi‑kisi soal dan mengadakan bimbingan belajar tambahan.
Pendekatan tersebut membantu siswa mengatasi keterbatasan fasilitas sementara.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan logistik untuk memastikan ketersediaan buku dan perlengkapan belajar.
Upaya renovasi diharapkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, sehingga ruang kelas permanen dapat kembali berfungsi.
Satgas PRR menargetkan penyelesaian renovasi lebih dari 1.000 sekolah sebelum akhir tahun 2026.
Keberhasilan pemulihan ruang kelas memperkuat rasa aman dan motivasi belajar di kalangan siswa.
Kementerian Pendidikan menegaskan komitmen jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur pendidikan di wilayah rawan bencana.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, proses rehabilitasi diharapkan menjadi model bagi provinsi lain.
Secara keseluruhan, upaya bersama menunjukkan bahwa bencana tidak menghalangi kelangsungan pendidikan di Sumatera.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan