Media Kampung – 01 April 2026 | Seorang siswa laki-laki berusia 15 tahun menembak gurunya di Hill Country College Preparatory High School, Bulverde, Texas, sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.

Insiden terjadi pada Senin 30 Maret 2026, mengakibatkan guru dirawat di rumah sakit terdekat dan pelaku ditemukan tewas di lokasi.

Sekolah segera memberlakukan lockdown, mengamankan semua ruangan dan menutup akses masuk.

Setelah zona aman terbentuk, siswa dievakuasi dengan bus ke Bulverde Middle School, tempat orang tua menunggu.

Sheriff Comal County Mark Reynolds mengonfirmasi bahwa senjata diarahkan pelaku ke dirinya sendiri, menghasilkan tembakan bunuh diri.

Polisi masih menyelidiki motif, hubungan antara siswa dan guru, serta asal usul senjata yang digunakan.

Saksi di lantai dua melaporkan terdengar ledakan keras diikuti teriakan, lalu lima tembakan terdengar sebelum guru memerintahkan murid masuk kelas.

Jesse Lopez, orang tua murid dengan autisme, menyatakan kesulitan memberi tahu anaknya bahwa kelas akan dibuka kembali.

Kepala sekolah Julie Wiley membatalkan kegiatan belajar mengajar pada hari Selasa, 31 Maret, dan menyiapkan konselor untuk dukungan psikologis.

Wiley menambahkan hati mereka bersama guru yang terluka, keluarga, dan seluruh komunitas sekolah yang terdampak.

Pihak sekolah menegaskan bahwa semua prosedur darurat diikuti, termasuk penguncian pintu, pemberitahuan orang tua, dan koordinasi dengan petugas keamanan.

Pemeriksaan awal menunjukkan pelajar membawa senjata secara tidak sah ke dalam lingkungan sekolah.

Penyelidikan akan melibatkan unit khusus FBI serta lembaga kepolisian setempat untuk melacak pembelian atau pinjaman senjata.

Insiden ini merupakan penembakan sekolah kelima di Amerika Serikat pada tahun 2026, menurut data Education Week.

Sejak 2018, tercatat 245 insiden penembakan di sekolah yang mengakibatkan luka atau kematian di seluruh negeri.

Data tersebut menambah tekanan pada pembuat kebijakan untuk meninjau regulasi kepemilikan senjata dan keamanan pendidikan.

Komunitas Hill Country menanggapi dengan rasa duka, mengadakan layanan doa serta pertemuan dukungan bagi keluarga korban.

Sekolah berjanji akan meninjau kembali kebijakan keamanan dan meningkatkan program kesehatan mental untuk mencegah tragedi serupa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.