Media Kampung – 01 April 2026 | Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Wakil Menteri Agus Jabo Priyono mengadakan pertemuan daring dengan seluruh Kepala Sekolah Rakyat pada Selasa, 31 Maret 2026. Pertemuan tersebut bertujuan mengingatkan persiapan penerimaan siswa baru menjelang tahun ajaran berikutnya.
Acara dilaksanakan secara zoom dari Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, sekaligus menjadi bagian dari momentum halalbihalal. Para kepala sekolah diminta menyesuaikan agenda setelah libur Idul Fitri.
Gus Ipul mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan menekankan keberhasilan pelaksanaan Ramadan secara nasional. Ia menambahkan semangat Idul Fitri harus diteruskan dalam pelayanan kepada masyarakat.
Selanjutnya, Menteri Sosial meminta setiap kepala sekolah menyusun rencana tertulis untuk penerimaan siswa baru, terutama pada 63 titik Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi sejak Juli 2025. Ia menekankan bahwa tiga bulan ke depan harus dipersiapkan secara matang.
Gus Ipul juga menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran, mencakup aspek kesehatan, akademik, fisik, dan mental. Evaluasi sumber daya manusia, mulai dari tenaga kependidikan hingga keamanan, harus dilaporkan kepada kementerian.
Hasil evaluasi akan dianalisis oleh tim Kementerian Sosial untuk menemukan kekurangan serta keunggulan, sehingga solusi yang tepat dapat diberikan. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan Sekolah Rakyat.
Untuk siswa yang memerlukan perhatian khusus atau rehabilitasi, Gus Ipul menyarankan penempatan di sentra Kemensos terdekat. Kebijakan ini bertujuan agar tidak ada anak yang dipulangkan ke rumah tanpa dukungan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa pendaftaran siswa tidak bersifat terbuka, melainkan melalui penjangkauan berbasis data DTSEN. Dinas Sosial dan Kepala Daerah akan menandatangani penetapan siswa yang layak.
Menteri Sosial menekankan perlunya peningkatan prestasi di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Kepala sekolah diminta mengembangkan program yang dapat menonjolkan kemampuan akademik di sektor tersebut.
Di samping itu, prestasi di bidang seni, budaya, olahraga, dan bahasa tetap harus dipertahankan. Sekolah Rakyat diharapkan memiliki ekstrakurikuler yang kuat untuk menampilkan kemampuan saat kunjungan tamu.
Laporan dari Kepala SRMP 15 Mojokerto, Heri Susanto, menunjukkan semua siswa telah kembali ke sekolah pasca libur. Orang tua menyatakan kepuasan terhadap fasilitas yang diberikan, menimbulkan minat warga sekitar untuk menanyakan prosedur masuk Sekolah Rakyat.
Gus Ipul mengingatkan agar seluruh Sekolah Rakyat menyerahkan rencana dan laporan evaluasi sebelum kuartal berikutnya. Targetnya adalah proses penerimaan yang lancar dan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah tersebut, Kementerian Sosial berharap Sekolah Rakyat dapat mengakomodasi kebutuhan pendidikan anak-anak kurang mampu secara optimal dan siap menyambut gelombang pendaftar baru setelah Lebaran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan