Media Kampung – 10 April 2026 | Sekretaris Jenderal Kementerian Pemberdayaan Masyarakat (Kemenimipas), Asep Kurnia, melantik tujuh pejabat tinggi pratama pada Senin, 9 April 2026, dalam upaya memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan kualitas layanan publik. Acara pelantikan berlangsung di Balai Rapat Kementerian, Jakarta.
Ketujuh pejabat yang diangkat mencakup posisi kepala biro, direktur, serta koordinator wilayah yang strategis. Mereka diharapkan dapat mengoptimalkan program-program pemerintah dalam rangka pemberdayaan masyarakat.
Pejabat yang dilantik antara lain Kepala Biro Kebijakan Pemberdayaan, Direktur Pelayanan Prima, dan Koordinator Wilayah Barat. Penempatan masing‑masing mencerminkan fokus pada sektor ekonomi kreatif, pertanian, dan teknologi informasi.
Asep Kurnia menekankan pentingnya sinergi antar unit kerja untuk menjawab tuntutan layanan yang cepat dan transparan. “Kami mengandalkan komitmen dan profesionalisme mereka untuk mewujudkan birokrasi yang responsif,” ujarnya.
Pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian reformasi internal Kemenimipas yang dimulai pada awal tahun ini. Reformasi tersebut meliputi restrukturisasi jabatan, penataan ulang anggaran, dan peningkatan kompetensi SDM.
Langkah serupa sebelumnya telah dilakukan di beberapa kementerian lain, dengan hasil peningkatan kepuasan publik. Analisis internal menunjukkan bahwa kepemimpinan yang stabil berkontribusi pada percepatan implementasi kebijakan.
Dalam sambutannya, Asep Kurnia menyoroti tantangan pelayanan di daerah terpencil. Ia menambahkan bahwa pejabat baru akan memprioritaskan inovasi digital untuk menjangkau masyarakat luas.
Direktur Pelayanan Prima, yang baru dilantik, berjanji memperluas kanal layanan daring dan memperbaiki sistem antrian online. Targetnya, mengurangi waktu tunggu layanan hingga 30 persen dalam enam bulan pertama.
Kepala Biro Kebijakan Pemberdayaan akan menyusun pedoman operasional berbasis data. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan akurasi alokasi bantuan sosial.
Koordinator Wilayah Barat memiliki mandat memperkuat jaringan kemitraan dengan pemerintah daerah dan lembaga non‑pemerintah. Kolaborasi tersebut diharapkan menstimulasi program pemberdayaan ekonomi lokal.
Pejabat baru juga akan mengawasi pelaksanaan program pelatihan bagi aparatur desa. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas perencanaan dan pengelolaan proyek desa.
Seluruh pejabat diwajibkan mengikuti pelatihan manajemen perubahan selama dua minggu. Pelatihan tersebut menekankan kepemimpinan adaptif dan pengambilan keputusan berbasis bukti.
Pembentukan tim monitoring internal juga menjadi agenda penting. Tim ini akan melaporkan progres pelaksanaan kebijakan secara berkala kepada Sekjen.
Beberapa program prioritas yang akan dikelola meliputi bantuan modal usaha mikro, program literasi digital, dan revitalisasi pasar tradisional. Implementasi program tersebut akan dipantau melalui indikator kinerja utama.
Pejabat baru juga diminta mengoptimalkan penggunaan anggaran berbasis hasil. Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi belanja negara.
Seluruh langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik. Kementerian berkomitmen menurunkan tingkat keluhan masyarakat secara signifikan.
Dalam kesempatan itu, Asep Kurnia menegaskan pentingnya budaya kerja kolaboratif. “Tidak ada ruang bagi silo, semua harus bergerak bersama demi kepentingan rakyat,” tegasnya.
Penguatan koordinasi lintas sektor menjadi fokus utama, terutama antara Kemenimipas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Komunikasi. Sinergi ini diharapkan mempercepat realisasi proyek infrastruktur digital.
Beberapa pejabat sebelumnya pernah menjabat di lembaga pemerintahan lain, membawa pengalaman luas. Pengalaman tersebut diharapkan memperkaya perspektif kebijakan Kemenimipas.
Untuk mendukung implementasi, Kemenimipas menyiapkan sistem pelaporan daring yang terintegrasi. Sistem ini memungkinkan pemantauan real‑time atas progres setiap program.
Pejabat baru juga akan mengadvokasi kebijakan yang mendukung inklusi keuangan bagi kelompok marginal. Upaya ini selaras dengan agenda nasional pengentasan kemiskinan.
Selama masa transisi, pejabat lama tetap melanjutkan tugas hingga serah terima resmi selesai. Proses ini memastikan kelangsungan layanan tanpa gangguan.
Penguatan kapasitas SDM menjadi salah satu pilar reformasi. Kemenimipas berencana meluncurkan program beasiswa bagi pegawai yang ingin melanjutkan studi lanjutan.
Selain itu, kementerian akan mengadakan forum tahunan dengan stakeholder eksternal untuk meninjau kebijakan. Forum ini membuka ruang dialog konstruktif antara pemerintah dan masyarakat.
Penekanan pada inovasi teknologi mencakup penggunaan kecerdasan buatan untuk analisis data layanan. Hal ini diharapkan meningkatkan akurasi prediksi kebutuhan masyarakat.
Pejabat yang baru dilantik menyatakan kesiapan mereka menghadapi tantangan kompleks di era digital. Mereka menegaskan komitmen pada integritas dan pelayanan prima.
Dengan langkah ini, Kemenimipas menegaskan komitmennya pada agenda pembangunan berkelanjutan. Pelantikan pejabat baru menjadi sinyal kuat bagi publik bahwa pemerintah serius meningkatkan kualitas layanan.
Secara keseluruhan, proses pelantikan menandai fase baru dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui layanan publik yang lebih efektif, efisien, dan transparan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan