Media Kampung – 06 April 2026 | Pemerintah mengumumkan empat langkah baru untuk melindungi maskapai penerbangan dari kenaikan harga avtur, dengan tujuan menjaga kestabilan tarif tiket.

Langkah pertama meningkatkan surcharge bahan bakar pada tiket pesawat, di mana tambahan biaya akan ditanggung oleh maskapai, bukan penumpang.

Langkah kedua memberikan pengecualian sementara atas PPN 10% pada tiket domestik, mengurangi beban pajak bagi penumpang.

Langkah ketiga berupa subsidi langsung bahan bakar jet kepada maskapai, dengan besaran subsidi ditentukan berdasarkan ambang konsumsi tertentu.

Langkah keempat memanfaatkan cadangan strategis avtur nasional untuk memasok bahan bakar dengan harga terkendali ketika pasar melampaui batas maksimum.

Serangkaian kebijakan ini dijadwalkan berlaku mulai 1 Juli 2024, bertepatan dengan musim perjalanan puncak.

Menteri Perhubungan Budi Karya menyatakan langkah ini penting untuk mencegah kenaikan tarif yang dapat menurunkan minat perjalanan domestik.

Ia menambahkan bahwa pemerintah memantau pasar minyak global setiap hari untuk menyesuaikan kebijakan bila diperlukan.

Maskapai mengapresiasi inisiatif tersebut, mengingat bahan bakar menyumbang hingga 30% dari total biaya operasional.

CEO Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, berkomentar bahwa subsidi akan memperbaiki arus kas dan memungkinkan penetapan harga yang kompetitif.

Maskapai berbiaya rendah juga menyatakan kelegaan, mengingat margin tipis membuat mereka rentan terhadap fluktuasi harga bahan bakar.

Kenaikan surcharge bahan bakar dibatasi maksimum 5% dari harga tiket, level yang dianggap terjangkau bagi kebanyakan penumpang.

Pengecualian PPN berlaku untuk semua rute domestik, sementara penerbangan internasional tetap dikenakan tarif standar.

Skema subsidi akan dibiayai dari anggaran negara dengan alokasi 1,2 triliun rupiah untuk tahun pertama.

Cadangan strategis yang dikelola Pertamina menyimpan 1,5 juta ton avtur, cukup menutupi tiga bulan konsumsi nasional.

Analis memperkirakan gabungan kebijakan ini dapat menahan inflasi tarif di bawah 2% meskipun harga minyak dunia naik tajam.

Kelompok konsumen memperingatkan bahwa potensi transfer biaya tersembunyi tetap harus diawasi, dan menuntut transparansi penuh.

Secara keseluruhan, paket kebijakan pemerintah mencerminkan sikap proaktif untuk menjaga sektor penerbangan tetap stabil di tengah guncangan eksternal.

Pihak berwenang akan mengevaluasi efektivitas langkah ini setelah enam bulan dan menyesuaikan kerangka kerja bila diperlukan.

Jika berhasil, pendekatan ini dapat dijadikan contoh bagi sektor lain yang menghadapi tekanan harga komoditas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.