Media Kampung – 05 April 2026 | Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur mengumumkan hasil riset yang menyarankan hari Rabu sebagai hari paling tepat untuk program kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Penelitian tersebut menggunakan pemantauan percakapan publik di media sosial untuk mengidentifikasi preferensi dan persepsi masyarakat terhadap kebijakan kerja fleksibel.
Ketua ISKI Jatim, Suko Widodo, menyatakan bahwa mayoritas netizen yang disurvei menginginkan hari Rabu sebagai pilihan utama untuk WFH.
Suko menambahkan bahwa opsi hari Jumat berpotensi disalahgunakan untuk memperpanjang akhir pekan, yang dapat menurunkan produktivitas.
Irwan Dwi Arianto, kepala Laboratorium Integrated Digital Research Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UPN Veteran Jawa Timur, menguatkan temuan tersebut dengan analisis data.
Data yang dianalisis mencakup 7.738 komentar netizen, di mana sebagian besar mengkhawatirkan bahwa WFH pada hari Jumat dapat menambah waktu libur dan mengalihkan fokus kerja.
Selain itu, responden menyoroti dampak kebijakan WFH terhadap efisiensi energi dan mobilitas harian.
Beberapa warganet bahkan mengusulkan kombinasi kebijakan WFH dengan peningkatan layanan transportasi publik atau promosi penggunaan sepeda.
Tren percakapan hingga awal April 2026 menunjukkan hari Rabu menjadi pilihan paling dominan, diikuti oleh Kamis dan Jumat.
Posisi Rabu yang berada di tengah minggu dianggap mampu menyeimbangkan antara kebutuhan fleksibilitas dan tuntutan produktivitas.
ISKI Jatim menilai bahwa riset berbasis media sosial dapat menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik yang adaptif.
Organisasi tersebut berharap kebijakan WFH yang selaras dengan aspirasi masyarakat akan memperoleh tingkat penerimaan yang tinggi.
Pemerintah pusat dan daerah telah menguji coba skema kerja fleksibel sejak masa pandemi, namun belum ada hari seragam yang ditetapkan.
Ketiadaan standar hari WFH menyebabkan implementasi yang tidak konsisten di antara berbagai kementerian dan lembaga.
Rekomendasi Rabu dari ISKI Jatim berpotensi menjadi landasan untuk menyelaraskan jadwal WFH di seluruh instansi pemerintah.
Jika diterapkan, penetapan hari Rabu sebagai hari kerja dari rumah dapat mengurangi kemacetan lalu lintas pada hari-hari lain.
Pengurangan kemacetan juga berkontribusi pada penurunan emisi karbon serta penggunaan energi yang lebih efisien.
Para pakar menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada penetapan hari, melainkan juga pada pedoman yang jelas dan mekanisme pemantauan kinerja.
Secara keseluruhan, studi ini menegaskan pentingnya keputusan berbasis data dalam upaya reformasi birokrasi dan peningkatan produktivitas ASN.
ISKI Jatim berkomitmen untuk terus memantau sentimen publik seiring perkembangan kebijakan kerja fleksibel di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan