Media Kampung – 05 April 2026 | Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengunjungi gudang Bulog di Makassar pada Senin siang, menilai persediaan beras nasional.
Ia mengonfirmasi total stok beras mencapai 4,5 juta ton, tingkat tertinggi sejak Bulog didirikan.
Kunjungan tersebut bertujuan memverifikasi kondisi fisik gudang serta kualitas gabah yang tersimpan.
Petugas Bulog menunjukkan area penyimpanan utama yang telah terisi penuh, dengan sistem ventilasi modern.
Amran menegaskan bahwa kapasitas gudang saat ini masih mencukupi kebutuhan cadangan strategis.
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan petani.
Data terbaru menunjukkan bahwa stok beras pada akhir 2025 mencapai level tertinggi dalam 30 tahun terakhir.
Angka tersebut melampaui catatan sebelumnya sebesar 4,2 juta ton pada tahun 2014.
Menteri menyoroti peran Bulog sebagai penyangga harga beras di pasar domestik.
Dengan stok melimpah, Bulog diharapkan dapat menstabilkan harga pada musim panen berikutnya.
Amran juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas stok melalui rotasi dan kontrol kelembaban.
Ia menekankan bahwa penurunan mutu dapat memicu kerugian ekonomi dan menurunkan kepercayaan konsumen.
Selama kunjungan, tim teknis melakukan audit suhu dan kadar air pada sejumlah kontainer beras.
Hasil audit menunjukkan tingkat kelembaban berada dalam standar internasional, yakni 13-14 persen.
Menteri menilai pencapaian teknis ini sebagai bukti profesionalisme Bulog dalam mengelola cadangan pangan.
Ia menambahkan bahwa kebijakan penambahan stok ini sejalan dengan target ketahanan pangan nasional.
Pemerintah menargetkan swasembada beras sebesar 95 persen pada tahun 2026.
Stok sebesar 4,5 juta ton diharapkan menutup selisih produksi dan konsumsi selama periode kritis.
Amran mengingatkan bahwa fluktuasi cuaca global dapat memengaruhi hasil panen padi.
Oleh karena itu, persediaan cadangan menjadi instrumen penting untuk mengantisipasi krisis pangan.
Ia juga menyampaikan rencana peningkatan kapasitas penyimpanan di beberapa wilayah strategis.
Bulog berencana menambah 500.000 ton ruang gudang di Sulawesi Selatan dalam tiga tahun ke depan.
Peningkatan tersebut akan didukung oleh investasi teknologi pendinginan dan monitoring digital.
Menteri menekankan pentingnya kolaborasi antara Bulog, kementerian terkait, dan asosiasi petani.
Kolaborasi ini mencakup program pelatihan penyimpanan pasca-panen bagi petani kecil.
Amran menutup kunjungan dengan mengapresiasi kerja keras karyawan Bulog selama pandemi.
Ia berharap stok beras yang melimpah dapat memberikan rasa aman bagi konsumen di seluruh Indonesia.
Kondisi stok ini juga diharapkan menurunkan tekanan inflasi pangan pada akhir tahun.
Dengan stok tertinggi dalam sejarah, pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Situasi ini menjadi indikator positif bagi perekonomian nasional menjelang pemilu mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan