Media Kampung – 05 April 2026 | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menghadiri acara Jalan Sehat Formasi MBG 2026 di Bangkalan.
Ia menegaskan bahwa kunjungan langsung ke sekolah dan pondok pesantren menjadi faktor utama untuk memastikan mutu layanan dan ketepatan sasaran penerima manfaat.
Khofifah menambahkan bahwa pendampingan kepala daerah dapat meningkatkan kualitas distribusi makanan, standar kebersihan, serta akurasi penentuan penerima manfaat.
Gubernur juga mengingatkan bahwa program MBG telah berjalan lebih dari satu tahun dan memerlukan penyempurnaan berkelanjutan.
Ia mengajak daerah lain untuk meniru praktik baik yang telah terbukti sukses serta bersama-sama memperbaiki kendala yang masih ada.
Deputi Badan Gizi Nasional, Suardi Samiran, menyampaikan apresiasi atas komitmen Khofifah dalam mempercepat implementasi MBG di wilayah Madura.
Ia menekankan bahwa dukungan Bupati Bangkalan sangat penting untuk melakukan pemantauan dan penguatan implementasi program.
Suardi juga menyoroti dampak ekonomi MBG, menyebutkan bahwa 120 SPPG di Bangkalan dapat memutar ekonomi hingga sekitar Rp120 miliar per bulan.
Jika dihitung tahunan, nilai ekonomi yang dihasilkan dapat mencapai Rp1,4 triliun, menurut data yang disampaikan.
Penggerak ekonomi lokal ini tercapai melalui keterlibatan produsen pangan setempat dan pemberdayaan UMKM dalam rantai pasok.
Ketua Yayasan Ponpes Al Anwar, KH Muchlis, mengakui peran aktif Gubernur Khofifah dalam mewujudkan program MBG di Bangkalan.
Ia menambahkan bahwa acara Formasi MBG mengusung konsep festival olahraga, mapel, dan seni yang selaras dengan tujuan gizi bagi generasi muda.
Program MBG difokuskan pada anak yatim, piatu, dan keluarga kurang mampu yang menjadi peserta didik di wilayah tersebut.
Guru SDN Patereman 1 Modung, Ari Silfani, mengungkapkan rasa syukur atas keberadaan MBG yang memberikan makanan bergizi setiap jam makan siang.
Ia mencontohkan kasus Rafi, seorang anak yatim yang ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, yang kini dapat belajar dengan lebih semangat berkat menu MBG.
Khofifah menyerahkan 800 paket beasiswa pendidikan gratis dari Ponpes Al Anwar kepada empat murid penerima manfaat pada acara tersebut.
Beasiswa tersebut mencakup kebutuhan belajar dan gizi, memperkuat upaya pemerintah dalam mengurangi beban ekonomi keluarga.
Khofifah menegaskan bahwa sinergi antara SPPG, pemerintah daerah, dan pihak terkait sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program.
Ia menambahkan bahwa program MBG merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mencapai Generasi Emas Indonesia 2045.
Implementasi MBG di Jawa Timur diharapkan dapat menjadi contoh nasional dalam upaya peningkatan gizi anak sekolah.
Pemerintah daerah diminta untuk melakukan pemantauan rutin, termasuk verifikasi data penerima dan kualitas makanan yang disajikan.
Suardi menilai bahwa pemantauan yang konsisten akan mencegah kebocoran dana dan memastikan manfaat tepat sasaran.
Angka ini menunjukkan bahwa kombinasi kebijakan nasional dan dukungan daerah menghasilkan dampak positif yang signifikan.
Khofifah menutup sambutan dengan harapan bahwa semua kepala daerah akan aktif mengawasi pelaksanaan MBG di masing‑masing wilayah.
Ia menegaskan bahwa tanpa komitmen lokal, program berskala nasional tidak dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Di samping manfaat gizi, MBG juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan produsen lokal melalui pembelian bahan baku secara terpusat.
Hal ini menciptakan efek multiplier ekonomi yang mendukung pertumbuhan sektor pertanian dan industri makanan kecil.
Pemerintah provinsi berencana memperluas jaringan SPPG ke 30 kabupaten/kota tambahan dalam dua tahun ke depan.
Ekspansi tersebut diharapkan menambah jutaan anak penerima manfaat dan memperluas dampak ekonomi daerah.
Dengan dukungan aktif kepala daerah, program MBG diproyeksikan dapat menurunkan tingkat stunting nasional hingga 5 persen pada 2030.
Keberhasilan ini akan menjadi bukti bahwa kebijakan gizi terintegrasi dapat berjalan efektif bila didukung oleh pemimpin daerah yang berkomitmen.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan