Media Kampung – 05 April 2026 | Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah masing‑masing.

Ajakan tersebut disampaikan saat acara Jalan Sehat Formasi MBG 2026 yang berlangsung di halaman SPPG Al Anwar Group, Bangkalan, pada Sabtu 4 April.

Khofifah menekankan peran aktif kepala daerah, yang diharapkan melakukan pemantauan langsung di sekolah dan pondok pesantren sebagai kunci keberhasilan program.

“Pendampingan langsung dari kepala daerah akan memperkuat kualitas pelaksanaan MBG, baik dari sisi distribusi, mutu layanan, maupun ketepatan sasaran penerima manfaat,” tegasnya.

Gubernur juga menilai bahwa program yang telah berjalan lebih dari satu tahun membutuhkan penguatan, dengan meniru praktik baik dan segera memperbaiki kendala yang muncul.

Ia mengajak semua pihak untuk bersama‑sama memperbaiki titik lemah dan menjadikan contoh sukses sebagai referensi bagi daerah lain.

Dalam sambutannya, Khofifah menyoroti pentingnya sinergi antara SPPG, pemerintah daerah, dan stakeholder lain untuk menjamin kelangsungan MBG, inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Generasi Emas 2045.

Gubernur memberi apresiasi khusus kepada SPPG Ponpes Al Anwar Bangkalan yang dianggap berhasil memenuhi kebutuhan gizi santri dan siswa di wilayah tersebut.

Deputi Badan Gizi Nasional (BGN) Suardi Samiran menyambut baik komitmen gubernur dalam mempercepat implementasi MBG, terutama di wilayah Madura.

Suardi menilai SPPG Ponpes Al Anwar sebagai pelopor MBG di Pulau Madura dan potensi model yang dapat direplikasi di daerah lain.

Ia menambahkan dukungan pemerintah kabupaten, khususnya Bupati Bangkalan, diperlukan untuk memantau dan menguatkan pelaksanaan program secara berkelanjutan.

Penggerak ekonomi tersebut melibatkan produsen pangan lokal dan UMKM dalam rantai pasok, sehingga program sekaligus menghidupkan usaha mikro di daerah.

Ketua Yayasan Ponpes Al Anwar Bangkalan KH Muchlis menegaskan peran gubernur yang mengadvokasi program sehingga dapat dinikmati siswa dan guru di Bangkalan.

Pada kesempatan itu, Khofifah berinteraksi dengan guru dan murid penerima manfaat, termasuk guru Ari Silfani dan murid yatim Rafi yang mengungkapkan rasa syukur atas keberadaan MBG.

Gubernur juga menyerahkan 800 paket beasiswa pendidikan gratis kepada empat murid sebagai wujud dukungan lanjutan terhadap peningkatan kualitas belajar.

Semua pihak menilai bahwa dengan pengawasan ketat, kualitas layanan, dan penargetan tepat, MBG dapat terus memberikan manfaat gizi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, pemerintah Jawa Timur berkomitmen memperluas cakupan MBG, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memastikan program tetap selaras dengan tujuan nasional untuk generasi yang lebih sehat dan produktif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.