Media Kampung – 04 April 2026 | Komisaris Energi Uni Eropa, Don Jorgensen, menyerukan kepada warga negara anggota untuk melakukan kerja dari rumah (WFH) bila memungkinkan, sebagai respons terhadap krisis energi yang terus berlarut. Ia menekankan bahwa langkah ini dapat mengurangi beban jaringan listrik pada jam-jam puncak.

Selain itu, Jorgensen meminta pemerintah nasional menurunkan batas kecepatan maksimum di jalan raya sebesar 10 km per jam. Penurunan kecepatan diharapkan menurunkan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon secara signifikan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Brussel, di mana komisaris menyoroti tingginya permintaan listrik sekaligus keterbatasan pasokan akibat berkurangnya impor gas dan produksi energi terbarukan yang belum optimal. Kondisi ini memaksa Uni Eropa mengaktifkan paket darurat energi.

Studi dari Badan Lingkungan Eropa menunjukkan bahwa penurunan kecepatan 10 km/jam dapat mengurangi konsumsi bahan bakar per kendaraan hingga 3 persen. Penghematan tersebut, bila diterapkan secara luas, akan memberi kontribusi nyata pada target pengurangan emisi.

EU telah mengaktifkan langkah darurat lain, termasuk penangguhan sementara harga minimum gas di pasar dan peningkatan cadangan strategis energi. Kebijakan ini bertujuan menstabilkan pasokan selama musim dingin.

Pemerintah negara anggota diminta berkoordinasi dengan perusahaan untuk memperluas infrastruktur teleworking, khususnya di sektor yang sudah mengadopsi teknologi digital. Insentif fiskal dan pelatihan kerja juga menjadi bagian dari paket dukungan.

Beberapa pihak mengkritik kebijakan ini karena tidak semua pekerjaan dapat dilakukan secara remote dan penurunan batas kecepatan dapat mempengaruhi rantai logistik. Jorgensen menegaskan bahwa langkah ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala.

Komisaris juga mengingatkan masyarakat untuk menghemat energi di rumah, seperti mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan dan menurunkan suhu pemanas. Praktik sederhana ini dapat mengurangi beban pada jaringan listrik nasional.

Rencana Uni Eropa dalam Kerangka Energi (Energy Union) menargetkan penurunan konsumsi energi sebesar 20 persen pada tahun 2030. Upaya WFH dan pengurangan kecepatan dianggap sebagai akselerator pencapaian target tersebut.

Para analis memperkirakan bahwa kombinasi kebijakan kerja dari rumah dan batas kecepatan yang lebih rendah dapat mengurangi beberapa ratus megawatt pada puncak permintaan listrik di malam hari musim dingin. Pengurangan ini dapat mencegah pemadaman listrik massal.

Jorgensen menutup dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, bisnis, dan individu untuk melewati krisis energi tanpa mengorbankan kestabilan jaringan. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan terus dipantau dan disesuaikan.

Komisi akan meninjau dampak kebijakan ini dalam beberapa bulan ke depan, dengan harapan dapat memperbaiki strategi jika diperlukan. Evaluasi tersebut akan melibatkan data konsumsi energi real‑time dan umpan balik dari sektor industri.

Dengan pasokan energi yang ketat, pesan yang disampaikan jelas: ubah pola kerja dan kebiasaan berkendara untuk menjaga stabilitas pasokan listrik dan menghindari pemadaman. Upaya kolektif menjadi kunci mengatasi tantangan energi saat ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.