Media Kampung – 03 April 2026 | Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengundang seluruh kepala desa di Kabupaten untuk menyusun skala prioritas pembangunan, mengingat kondisi fiskal yang terbatas serta dampak geopolitik internasional yang menekan perekonomian nasional hingga daerah. Langkah ini dimaksudkan agar alokasi sumber daya dapat diarahkan pada kebutuhan paling mendesak.

Pertemuan silaturahmi dan halal bihalal bersama para kades dilaksanakan di Kantor Desa Gladag, Rogojampi, pada Kamis, 2 April 2024. Dalam sambutannya, Ipuk menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh terhenti walaupun ada rintangan anggaran.

Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan sinergi antara pemerintah daerah dan desa untuk melewati masa sulit, mengingat Banyuwangi pernah menghadapi tantangan berat selama pandemi dan berhasil bangkit kembali. Pengalaman tersebut dijadikan pelajaran bahwa koordinasi yang solid dapat mengatasi keterbatasan.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah melakukan penataan ulang anggaran atau reprioritas, dengan infrastruktur tetap menjadi fokus utama, tanpa mengesampingkan sektor pendidikan dan kesehatan. Reprioritas ini diharapkan menciptakan alur dana yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa diminta untuk membantu masing‑masing desa menyusun reprioritas anggaran agar program pembangunan tetap berjalan efektif meski transfer dana dari pemerintah pusat berkurang. Dukungan teknis DPMD dianggap krusial untuk memastikan perencanaan yang berbasis data dan kebutuhan nyata.

Kepala Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) banyuwangi, Budiharto, menyatakan kesiapan organisasi untuk mendukung kebijakan tersebut dan mengapresiasi tambahan anggaran yang telah diberikan kepada desa meski dana terbatas. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara PKDI dan pemerintah kabupaten akan memperkuat implementasi prioritas.

Budiharto menambahkan bahwa kerja sama berkelanjutan antara kepala desa dan pemerintah kabupaten sangat penting untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan program yang lebih terukur dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.

Dengan pendekatan prioritas yang terstruktur, desa‑desa di Banyuwangi diharapkan dapat melaksanakan proyek pembangunan yang lebih tepat sasaran, meningkatkan layanan publik, dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Fokus pada infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan diharapkan menstimulasi pertumbuhan jangka panjang.

Bupati Ipuk menutup pertemuan dengan harapan bahwa kebersamaan seluruh pemangku kepentingan akan memungkinkan Banyuwangi terus maju meski kondisi fiskal menantang. Ia mengajak semua pihak untuk tetap berinovasi dan mengoptimalkan potensi daerah demi kemajuan bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.