Media Kampung – 02 April 2026 | Wakil Kepala Kepolisian (Wakapol) Bangkalan, Kompol Hj. Hosna Nurhidayah, memimpin rapat daring yang diikuti panitia rekrutmen Polri 2026.

Rapat dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah penerimaan calon Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama.

Kegiatan berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa Polres Bangkalan pada Selasa, 31 Maret 2026, dan dihadiri oleh peserta serta orang tua mereka.

Kompol Hosna menegaskan seluruh tahapan seleksi akan berpedoman pada prinsip BETAH: Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

Ia menambahkan bahwa proses seleksi dijalankan secara clean and clear, tanpa ruang bagi kecurangan atau percaloan.

“Tidak ada toleransi terhadap praktik curang, percaloan, atau titipan,” tegasnya dalam sambutan singkat.

Hosna juga memperingatkan peserta dan orang tua agar tidak mudah tergoda janji kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Percayalah pada kemampuan diri, persiapkan mental dan fisik, serta jauhi calo,” ia menegaskan.

Data animo pendaftaran di Polres Bangkalan tercatat sebanyak 92 orang, menandakan respons positif masyarakat setempat.

Untuk jalur Akademi Kepolisian (Akpol), tercatat 17 pendaftar, terdiri dari 16 pria dan satu wanita, dengan kuota nasional 300 orang.

Seleksi Bintara, yang meliputi PTU, Intelijen, Polair, dan Bakomsus dengan berbagai keahlian, menarik 69 pendaftar dari kuota nasional 5.141 orang.

Bidang keahlian yang diminati meliputi Humas, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Gizi, Musik, Akuntansi, Teknik Sipil, Penyidik, Tenaga Pendidik, dan Tenaga Kesehatan.

Seleksi Tamtama mencatat enam pendaftar, semuanya mendaftar untuk Tamtama Brimob, dengan kuota nasional 1.500 orang.

Jumlah total peserta 92 orang mencerminkan minat yang konsisten terhadap karier kepolisian di wilayah Bangkalan.

Kompol Hosna juga menyampaikan doa bagi semua peserta, khususnya satu peserta yang tidak dapat hadir karena mengalami kecelakaan.

“Kami doakan kesembuhan cepat bagi peserta yang mengalami musibah, serta kesehatan dan kelancaran bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental dalam menghadapi setiap tahapan seleksi.

Seluruh panitia telah mengucapkan sumpah untuk melaksanakan proses seleksi secara jujur dan profesional.

Penandatanganan pakta integritas menjadi bukti komitmen bersama dalam menegakkan nilai BETAH.

Acara juga menjadi sarana informasi bagi orang tua peserta agar dapat mendampingi secara tepat.

Hal ini diharapkan dapat menghasilkan calon anggota Polri yang memiliki kualitas dan integritas tinggi.

Polri menargetkan peningkatan kualitas personel melalui seleksi yang menekankan transparansi dan akuntabilitas.

Prinsip humanis dalam BETAH menekankan perlakuan adil serta penghargaan terhadap hak peserta.

Kompol Hosna menutup rapat dengan harapan semua peserta dapat melewati tahapan seleksi dengan hasil terbaik.

“Selamat berjuang, ikuti setiap tahapan dengan sungguh‑sungguh, dan semoga menjadi anggota Polri yang profesional,” tutupnya.

Rekrutmen 2026 ini merupakan bagian dari upaya Polri memperkuat personel di tingkat daerah dan nasional.

Penguatan personel diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penegakan hukum serta pelayanan kepada masyarakat.

Pelaksanaan rekrutmen dengan prinsip BETAH di Bangkalan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menerapkan proses seleksi yang bersih.

Keberhasilan rapat dan penandatanganan pakta integritas menandai langkah awal yang penting dalam rangkaian seleksi.

Dengan total 92 peserta, Polri Bangkalan menantikan proses seleksi yang berjalan lancar dan menghasilkan kader berkualitas.

Semua pihak berharap rekrutmen ini dapat memperkuat citra Polri sebagai institusi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.