Media Kampung – 02 April 2026 | Dinas Pertanian Nganjuk memastikan lima layanan utama tetap beroperasi meski pegawai bekerja dari rumah (WFH).

Bupati Marhaen Djumadi menekankan pentingnya layanan dasar pertanian dan peternakan tidak terhenti.

Kepala Dinas Ida Shobihatin menjelaskan mekanisme kerja yang diatur agar kegiatan teknis lapangan tetap optimal.

Produktivitas petani dan kesehatan ternak menjadi prioritas yang tidak dapat ditunda.

Petugas Puskeswan dan penyuluh tetap siaga memberikan pendampingan di lapangan.

Koordinasi di lapangan bahkan diperkuat untuk memastikan kebutuhan petani terpenuhi.

Layanan pertama adalah rekomendasi pembelian BBM bersubsidi melalui sistem XStar untuk alat pertanian.

BBM bersubsidi diharapkan mempermudah akses petani pada bahan bakar mesin pertanian.

Layanan kedua menyediakan layanan kesehatan hewan gratis di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

Pemeriksaan dan perawatan gratis membantu mencegah penyebaran penyakit pada ternak.

Vaksinasi gratis penyakit mulut dan kuku menjadi layanan ketiga untuk mencegah wabah.

Program vaksinasi berkelanjutan bertujuan memutus rantai penularan PMK di wilayah.

Layanan keempat adalah operasional Rumah Potong Hewan (RPH) yang menjamin daging ASUH.

RPH tetap melayani proses pemotongan dengan standar keamanan, kesehatan, dan kehalalan.

Layanan kelima mencakup penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

SKKH penting untuk kelancaran pergerakan ternak antar daerah.

“Layanan tersebut adalah dukungan konkret bagi petani dan peternak,” kata Ida Shobihatin.

Ia menambahkan bahwa sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi daerah.

Masyarakat dapat menghubungi petugas melalui kanal resmi yang disediakan.

Informasi lengkap tersedia di situs disperta.nganjukkab.go.id serta media sosial Facebook dan Instagram Diperta Nganjuk.

Dengan layanan tetap terbuka, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap produksi pangan tetap stabil.

Harapan tersebut mencakup kemampuan menghadapi tantangan situasi kerja baru.

Ketersediaan daging halal dan sehat diharapkan tidak terganggu oleh sistem WFH.

Petani dapat terus mengakses subsidi BBM tanpa harus menunggu prosedur yang panjang.

Penyuluh tetap melakukan kunjungan lapangan meski sebagian administrasi dikelola secara daring.

Penyesuaian WFH tidak mempengaruhi kecepatan respons terhadap keluhan peternak.

Sistem kerja fleksibel memungkinkan petugas mengatur jadwal kunjungan secara lebih efisien.

Puskeswan melaporkan peningkatan permintaan layanan kesehatan hewan sejak penyesuaian.

Data awal menunjukkan penurunan kasus penyakit ternak di beberapa kecamatan.

Vaksinasi PMK mencapai target 80% populasi ternak dalam tiga bulan pertama.

RPH melaporkan peningkatan volume pemotongan yang tetap memenuhi standar halal.

SKKH diterbitkan dalam waktu 24 jam untuk mempercepat distribusi ternak.

Bupati Marhaen Djumadi menyatakan komitmen lanjutan untuk memperkuat infrastruktur pertanian.

Ia menambahkan bahwa dukungan teknologi informasi akan menjadi prioritas selanjutnya.

Dinas Pertanian berencana mengintegrasikan aplikasi mobile untuk permohonan layanan.

Pengembangan aplikasi diharapkan mempermudah akses bagi petani di daerah terpencil.

Secara keseluruhan, adaptasi WFH tidak mengurangi kualitas layanan publik di sektor pertanian.

Pemerintah daerah menilai langkah ini sebagai contoh respons adaptif terhadap pandemi.

Keberlanjutan layanan utama menjadi jaminan stabilitas produksi pangan lokal.

Dengan layanan tetap aktif, petani dan peternak Nganjuk dapat melanjutkan aktivitas tanpa hambatan signifikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.