Media Kampung – 01 April 2026 | Pemkot Mojokerto mengakhiri tahun anggaran 2025 dengan hasil yang menembus target pada sebagian besar indikator pembangunan. Penyampaian LKPJ 2025 dilakukan di DPRD pada 30 Maret 2026.

Wali Kota Ika Puspitasari menegaskan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan arah pembangunan yang positif dan berkelanjutan. Ia menyebut tren pertumbuhan indikator secara keseluruhan sangat memuaskan.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat 82,35, melampaui target 82,29 yang telah ditetapkan. Peningkatan ini menunjukkan perbaikan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pendapatan.

Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 5,05 % dibandingkan 5,57 % pada tahun sebelumnya. Penurunan tersebut menandakan efektivitas program penanggulangan kemiskinan daerah.

Pertumbuhan ekonomi regional tetap stabil di angka 5,34 %, sedikit di atas target yang direncanakan. Sektor manufaktur dan perdagangan menjadi kontributor utama peningkatan tersebut.

Indeks reformasi birokrasi mencapai 89,69, melebihi standar yang diharapkan. Angka ini mencerminkan perbaikan dalam pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Rasio kemandirian fiskal naik menjadi 45,13, jauh melampaui target 36,27. Kenaikan ini menandakan kemampuan daerah dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).

Wali Kota menambahkan bahwa peningkatan PAD berperan penting dalam memperkuat keuangan daerah. Ia menilai kebijakan fiskal yang disiplin memberikan ruang gerak lebih besar untuk program pembangunan.

Dari total 23 indikator kinerja sasaran, 56,52 % tercapai atau melampaui target. Sementara 34,78 % berada di dekat target, menandakan progres yang konsisten.

Indeks kepuasan layanan infrastruktur juga melampaui harapan. Warga melaporkan peningkatan kualitas jalan, jaringan air bersih, dan fasilitas publik lainnya.

Upaya pengurangan emisi gas rumah kaca menunjukkan hasil positif, dengan capaian di bawah batas yang ditetapkan. Kebijakan hijau dan program penanaman pohon menjadi faktor pendukung.

Wali Kota mengakui peran sinergi antara DPRD, perangkat daerah, dan masyarakat dalam mencapai hasil tersebut. Kolaborasi lintas sektor dianggap kunci keberhasilan.

Ia menekankan bahwa fokus ke depan tetap pada peningkatan daya saing ekonomi. Strategi tersebut meliputi pengembangan industri kreatif dan investasi infrastruktur.

Kemandirian fiskal akan terus diperkuat melalui diversifikasi sumber pendapatan. Upaya ini mencakup optimalisasi pajak daerah dan pemanfaatan aset publik.

Kualitas pelayanan publik akan dipertahankan dengan peningkatan sistem digitalisasi. Pelayanan daring diharapkan mempercepat respons dan mengurangi waktu antre.

Pembangunan berkelanjutan tetap menjadi prioritas, dengan penekanan pada pengelolaan sumber daya alam. Pemerintah kota menargetkan peningkatan area hijau sebesar 10 % dalam lima tahun ke depan.

Data LKPJ mencatat bahwa semua program prioritas tahun 2025 telah selesai tepat waktu. Hal ini mencerminkan efisiensi dalam pelaksanaan anggaran.

Evaluasi internal menunjukkan bahwa sebagian besar proyek memiliki rasio manfaat biaya yang menguntungkan. Analisis tersebut menjadi acuan untuk perencanaan tahun berikutnya.

Wali Kota menutup pertemuan dengan harapan bahwa momentum positif ini dapat dipertahankan. Ia mengajak semua pihak untuk terus mendukung agenda pembangunan.

Secara keseluruhan, kinerja Pemkot Mojokerto tahun 2025 menegaskan komitmen pada pertumbuhan inklusif dan tata kelola yang baik. Indikator yang melampaui target memberikan dasar kuat untuk rencana jangka panjang.

Masyarakat diharapkan merasakan manfaat langsung dari peningkatan layanan dan kondisi ekonomi yang lebih stabil. Pemerintah berjanji akan terus mendengarkan aspirasi warga.

Dengan data yang menunjukkan tren naik, pemangku kebijakan berkeyakinan bahwa target pembangunan 2026 dapat dicapai dengan lebih optimal. Komitmen berkelanjutan menjadi landasan utama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.