Media Kampung – 01 April 2026 | Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal sebagai Gus Ipul, menegaskan pada Senin 30 Maret 2026 bahwa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) harus dijadikan pedoman utama bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan program serta kebijakan sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden yang diadakan di Aula Mandala Bhakti Praja Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dan dihadiri oleh pejabat daerah, operator data, serta perwakilan masyarakat.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Inpres No. 4 Tahun 2025 tentang DTSEN, yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto, bertujuan memastikan setiap warga Indonesia yang berhak mendapatkan perlindungan sosial dapat dijangkau melalui satu basis data terintegrasi yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS).
Ia menambahkan, "Dengan instruksi Presiden, data menjadi tunggal, tidak lagi tersebar di antara lembaga, dan BPS menjadi satu-satunya penanggung jawab keabsahan data tersebut."
Ia memperingatkan, "Jangan ada yang menganggap data ini statis; pembaruan harus dilakukan secara rutin agar kebijakan tetap tepat sasaran."
Pemerintah Kabupaten Gresik diundang untuk memimpin proses pemutakhiran melalui jalur formal, dimulai dari RT/RW, kemudian desa, dan selanjutnya Dinas Sosial setempat.
Gus Ipul menekankan, "RT/RW adalah ujung tombak yang paling mengetahui kondisi objektif setiap warga, sehingga mereka memegang peran kunci dalam akurasi data."
Selain jalur formal, pemerintah menyediakan kanal partisipatif seperti aplikasi Cek Bansos, call center, dan WhatsApp Center yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk aparat keamanan.
Gus Ipul menegaskan bahwa aplikasi Cek Bansos terbuka untuk semua, termasuk Polisi, TNI, serta warga biasa, guna memperluas verifikasi data dan mencegah duplikasi.
Acara tersebut juga melibatkan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik yang menampilkan paduan suara, puisi, dan pidato dalam empat bahasa asing, menunjukkan bahwa generasi muda turut menyuarakan pentingnya data sosial yang akurat.
Dalam pidatonya, Gus Ipul menyampaikan bahwa sekolah rakyat menampung anak‑anak dari desil 1 dan 2 DTSEN, kelompok yang selama ini kurang terjangkau dalam pembangunan.
Ia menutup dengan mengajak semua pemda, operator data, serta lembaga sosial untuk berkomitmen pada pemutakhiran DTSEN secara berkelanjutan, agar jaring perlindungan sosial dapat menjangkau seluruh warga tanpa kecuali.
Jika pemda melaksanakan instruksi ini, diharapkan program prioritas Presiden seperti Kartu Prakerja, Bantuan Pangan, dan program kesehatan dapat dityalurkan dengan basis data yang akurat dan terkini.
Dengan DTSEN sebagai fondasi, koordinasi antar kementerian serta sinkronisasi anggaran menjadi lebih efektif, mempercepat pencapaian target pembangunan nasional 2025‑2026.
Kegiatan di Gresik menegaskan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan data tunggal yang dapat diandalkan sebagai dasar kebijakan publik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan