Media Kampung – 01 April 2026 | Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menegaskan bahwa kestabilan rumah tangga menjadi faktor utama dalam meningkatkan kinerja aparatur negara di provinsi tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pernyataan tersebut diutarakan pada Selasa, 31 Maret, menjelang perayaan Idul Fitri, dalam wawancara eksklusif dengan media lokal. Marhaen menambahkan bahwa momen tersebut memberikan kesempatan untuk meninjau kembali nilai-nilai keluarga.
Marhaen menekankan bahwa pegawai negeri yang menikmati suasana rumah yang harmonis cenderung lebih fokus pada tugas-tugas kantor. Ia mencatat adanya korelasi positif antara kesejahteraan keluarga dan produktivitas kerja.
Ia menambahkan peran istri serta anggota keluarga lain dalam menciptakan lingkungan yang mendukung, khususnya dalam mengelola beban emosional dan tanggung jawab rumah tangga. Faktor-faktor tersebut, kata Marhaen, berkontribusi pada stabilitas mental ASN.
“Jika rumah tangga berjalan dengan baik, seorang pegawai dapat mencurahkan energi penuh pada pekerjaannya,” ujar Bupati. Kutipan ini menegaskan pandangannya bahwa dukungan domestik memengaruhi efektivitas layanan publik.
Bupati juga menyoroti kontribusi perempuan tidak terbatas pada sektor domestik, melainkan meluas ke kegiatan sosial yang memperkuat pembangunan daerah. Organisasi wanita di Nganjuk, menurutnya, aktif dalam program kebersihan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
Marhaen menilai bahwa partisipasi aktif perempuan memperkaya kebijakan daerah dan meningkatkan legitimasi program pemerintah. Ia mencontohkan beberapa inisiatif yang didukung oleh kelompok wanita, seperti pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga.
Dalam konteks Idul Fitri, Marhaen menyampaikan ucapan selamat hari raya dan meminta maaf secara pribadi kepada seluruh warga Nganjuk. Ia menegaskan pentingnya sikap saling memaafkan sebagai bagian dari harmoni keluarga.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan seorang pria tidak dapat dipisahkan dari dukungan istri, baik dalam hal manajemen keuangan rumah tangga maupun pengasuhan anak. Ia mencontohkan kisah nyata di mana istri membantu suami menyelesaikan tugas penting di kantor.
“Di balik setiap pria yang berhasil, ada istri yang berperan mengatur rumah, mendidik anak, dan menjaga stabilitas emosional suami,” katanya dengan tegas. Pernyataan ini menyoroti nilai kolaboratif dalam unit keluarga.
Marhaen mengingatkan bahwa keseimbangan psikologis antara urusan rumah dan pekerjaan sangat penting untuk menjaga produktivitas harian. Ia mengajak ASN untuk mengelola stres melalui komunikasi terbuka dengan pasangan.
Ia menolak pemisahan antara kehidupan pribadi dan profesional, menekankan pentingnya rasa syukur dan pengelolaan perasaan. Menurutnya, rasa bersyukur memperkuat motivasi dan menurunkan tingkat kelelahan kerja.
Bupati juga memperingatkan masyarakat agar tidak hanya mengukur kesuksesan dari jabatan atau materi, melainkan memperhatikan aspek spiritual. Pendidikan agama dianggapnya sebagai landasan moral bagi generasi mendatang.
Pendidikan agama bagi anak-anak, kata Marhaen, menjadi pondasi penting agar generasi mendatang tumbuh menjadi pribadi yang sholeh dan memberi manfaat bagi lingkungan. Ia menekankan peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Marhaen menutup dengan harapan bahwa sinergi antara keluarga harmonis dan ASN yang termotivasi akan mendorong peningkatan layanan publik di Nganjuk. Ia menegaskan bahwa kebijakan kesejahteraan keluarga akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah.
Komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program kesejahteraan keluarga dijelaskan sebagai bagian integral dari strategi peningkatan kinerja aparatur. Marhaen menekankan bahwa keberlanjutan program ini akan diawasi secara ketat untuk memastikan dampak positif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan