Media Kampung – 29 Maret 2026 | Kementerian Koperasi dan UKM menegaskan bahwa pembangunan gerai Kopdes Merah Putih hanya boleh dilakukan di atas lahan yang tidak sedang dalam sengketa.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menambahkan bahwa bila lahan kurang dari 1.000 meter persegi, pemerintah akan mengeluarkan surat perintah kerja untuk mengadaptasi desain vertikal.
Kebijakan ini diambil setelah banyak daerah kota menghadapi keterbatasan ruang, terutama di Bandung, di mana lahan untuk koperasi menjadi sangat terbatas.
Konsep bangunan bertingkat diharapkan dapat memaksimalkan fungsi gudang, ruang produksi, dan area layanan tanpa menambah jejak tanah.
Pemerintah menargetkan penyelesaian 34.000 unit bangunan fisik dalam satu hingga dua bulan ke depan, dengan rencana jangka panjang lebih dari 80.000 koperasi beroperasi.
Di tingkat daerah, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sudah ada 46 gerai Kopdes Merah Putih yang selesai dibangun di 13 kecamatan.
Dua desa, Lolu di Sigi Biromaru dan Maku di Dolo, telah menyelesaikan pembangunan fisik 100 persen, menjadi contoh keberhasilan implementasi.
Namun enam desa—Tongoa, Anca, Luku, Karawana, Pulu, dan Padende—masih mengalami kendala lahan, termasuk ukuran yang tidak memenuhi standar, kemiringan, dan kedekatan dengan sungai.
Kementerian menegaskan bahwa semua lahan yang dipakai harus bebas sengketa dan memenuhi kriteria teknis, agar tidak menghambat operasional koperasi.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi Kabupaten Sigi menyatakan bahwa sebagian besar lahan diperoleh dari pemerintah desa dan daerah, namun proses verifikasi masih berlangsung.
Menurutnya, koordinasi dengan pemda dan pihak terkait penting untuk menyelesaikan permasalahan kepemilikan tanah sebelum pembangunan dilanjutkan.
Menteri Ferry mencontohkan bahwa desain vertikal dapat diterapkan pada lahan sempit, sehingga tidak mengorbankan fungsi utama koperasi.
Kebijakan ini juga didukung oleh kerja sama lintas sektor, melibatkan perguruan tinggi, PT Agrinas, dan lembaga lain untuk menyempurnakan persiapan teknis.
Sampai Maret 2026, sebanyak 2.400 unit Kopdes Merah Putih telah selesai dibangun di seluruh Indonesia, mencakup Jawa Barat, Bandung, dan wilayah lain.
Target 164 koperasi di Kabupaten Sigi akan menjadi motor penggerak utama bagi UMKM desa, memperluas akses pasar dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Pemerintah daerah berkomitmen memperbarui data progres setiap awal bulan, memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program.
Jika lahan tetap bebas sengketa dan dapat dioptimalkan secara vertikal, diharapkan semua desa yang tertunda dapat segera menyelesaikan pembangunan gerainya.
Dengan kebijakan tegas Kemenkop dan solusi desain inovatif, Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi pusat ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan