Media Kampung – 11 April 2026 | IHSG pada perdagangan Jumat, 10 April 2026, menguat lebih dari 2 persen, menembus level 7.455 poin. Kenaikan ini menandai reli terpanjang minggu ini setelah penurunan sebelumnya.
Data IDX mencatat IHSG naik 147.869 poin atau 2,02% pada sesi I, dengan volume transaksi 22,57 miliar saham dan nilai transaksi Rp9,46 triliun. Pada penutupan, indeks tercatat 7.455,46 poin.
Sektor‑sektor utama berkontribusi pada penguatan, dengan IDX Cyclicals memimpin naik 4,18% diikuti IDX Finance 3,09% dan IDX Industry 2,41%. Sektor kesehatan hanya mengalami koreksi tipis 0,10%.
Laporan lain menunjukkan IHSG juga menutup hari dengan kenaikan 2,07% menjadi 7.458,49 poin, didukung volume 42,9 miliar saham dan nilai transaksi Rp18,1 triliun. Total frekuensi perdagangan tercatat 2.287.125 kali.
Walaupun indeks menguat, arus keluar dana asing tetap signifikan; beberapa broker melaporkan penjualan besar pada saham‑saham unggulan di tengah rally domestik. Penjualan tersebut mencerminkan kekhawatiran investor luar negeri terhadap volatilitas regional.
Analis dari PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai penguatan IHSG dipicu oleh gencatan senjata di Timur Tengah dan sentimen positif pasar global. Ia menambahkan bahwa nilai tukar rupiah masih tertekan meski indeks naik.
Analis lain menyoroti dua saham yang masuk rekomendasi beli, yaitu PT Raja Perkasa Tbk (RAJA) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Kedua emiten dipilih karena fundamental kuat dan prospek kenaikan harga komoditas.
RAJA diperkirakan akan mendapat manfaat dari pemulihan permintaan batu bara di pasar internasional, sementara BUMI diharapkan menikmati kenaikan harga nikel serta kebijakan pemerintah yang mendukung sektor pertambangan. Kedua saham menunjukkan tren harga naik dalam minggu ini.
Saham‑saham lain yang memberi kontribusi signifikan meliputi PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) naik 12,98%, PT Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) naik 8,17%, dan PT Barito Pacific (BRPT) naik 5,39%. Sebaliknya, saham PT MD Pictures (FILM) dan PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mengalami penurunan masing‑masing 1,94% dan 1,92%.
Secara keseluruhan, pasar domestik menunjukkan kecenderungan bullish meski berada di bawah bayang‑bayang koreksi teknikal. Investor disarankan memperhatikan sinyal jual asing dan menilai ulang eksposur sektor energi serta komoditas.
Dengan indeks berada di atas 7.400 poin, IHSG masih berisiko kembali ke level support sekitar 7.350 jika sentimen global memburuk. Namun, bila dukungan eksternal tetap stabil, tren naik dapat berlanjut hingga akhir pekan.
Penutup: IHSG menunjukkan kekuatan dalam kondisi eksternal yang menantang, sementara rekomendasi analyst pada RAJA dan BUMI menambah pilihan bagi investor yang mencari peluang pertumbuhan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan