Media Kampung – 10 April 2026 | BNBR, entitas utama grup Bakrie & Brothers, melaporkan laba bersih tahun 2025 naik 50,75% menjadi Rp493,85 miliar, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 2,05% menutup di 7.458,50 poin pada perdagangan 10 April 2026, mencerminkan sentimen bullish di pasar.
Laba per saham dasar dan dilusian BNBR meningkat menjadi Rp2,85 dari Rp2,04 pada tahun sebelumnya, didukung oleh pendapatan bersih sebesar Rp3,74 triliun meski turun 3,36% dari Rp3,87 triliun tahun 2024, mengindikasikan pertumbuhan profitabilitas meski penurunan penjualan.
Beban pokok pendapatan tercatat Rp2,99 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp3,00 triliun tahun lalu, menghasilkan laba kotor Rp744,38 miliar, lebih rendah daripada Rp869,47 miliar pada akhir 2024, menandakan tekanan pada margin bruto.
Laba usaha menurun menjadi Rp116,86 miliar dari Rp282,87 miliar sebelumnya, dipengaruhi oleh kenaikan beban umum dan administrasi hingga Rp252,16 miliar serta total beban usaha Rp627,52 miliar, sementara beban penjualan sedikit berkurang menjadi Rp130,13 miliar.
Total ekuitas BNBR naik menjadi Rp4,67 triliun, sementara total aset melambung ke Rp23,56 triliun; liabilitas juga meningkat signifikan menjadi Rp18,89 triliun, memperlihatkan struktur permodalan yang lebih kuat meski leverage meningkat.
Saham BNBR masuk dalam lima saham paling berharga di pasar dengan nilai transaksi harian Rp734,56 miliar dan tercatat volume perdagangan tertinggi, yakni 50,28 juta lembar.
IHSG menguat 150,91 poin, didorong oleh kenaikan sektor keuangan dan logistik; indeks LQ45 naik 1,70% ke 746,47, dan total nilai transaksi hari itu mencapai Rp17,79 triliun dengan volume 42,32 miliar lembar, menandai likuiditas tinggi.
Di antara top gainers, CITY naik 34,72%, WBSA melesat 34,52%, dan DIVA naik 34,51%; sementara saham seperti KUAS, HDFA, dan MSKY mengalami penurunan di atas 5%, menunjukkan pergerakan sektor yang beragam.
Jalanan eksekutif keuangan BNBR menyatakan, “Pertumbuhan laba mencerminkan efisiensi operasional dan strategi diversifikasi yang berhasil, meskipun margin kotor mengalami tekanan.”
Kinerja kuat BNBR memberikan dorongan bagi sentimen investor terhadap grup Bakrie, yang tengah memperluas portofolio di sektor energi, properti, dan infrastruktur, serta menargetkan pertumbuhan berkelanjutan di tengah persaingan industri.
Pasar modal Indonesia menunjukkan momentum positif pada pekan ini, dengan BNBR sebagai salah satu pendorong utama, sementara indeks regional tetap menguat, menandakan optimisme investor domestik dan asing yang dapat memperkuat arus modal masuk.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan