Media Kampung – 09 April 2026 | Indeks Bisnis-27 tercatat melemah pada pembukaan perdagangan Kamis 9 April 2026, beroperasi di zona merah dengan level 492,14, menandai penurunan 0,77% sesaat setelah sesi dimulai.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga turun, tercatat 7.238,46, mengalami penurunan 0,80% pada awal perdagangan, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp12,670 triliun.
Saham Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi kontributor utama penurunan, melaporkan penurunan 2,83% atau sekitar 50 poin ke level Rp1.715 per lembar.
Saham lain di zona merah termasuk Mitra Adiperkasa (MAPI) turun 2,65% ke Rp1.285, United Tractors (UNTR) 2,17% ke Rp30.425, serta NCKL dan JPFA masing-masing turun 2,13% dan 1,93%.
Di sisi positif, saham Medco Energi Internasional (MEDC) dan Alamtri Minerals (ADMR) mencatat kenaikan masing-masing 2,57% dan 2,25% pada sesi yang sama.
Pada hari Rabu 8 April 2026, pasar berbalik arah dan Indeks Bisnis-27 menguat 4,36% ke level 495,03, menutup sesi dengan catatan positif.
Kenaikan tersebut dipimpin oleh saham Barito Pacific yang melompat 20,89% menjadi Rp1.765, menjadikan BRPT salah satu top gainer hari itu.
Saham lain yang menguat signifikan meliputi Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) naik 8,90% ke Rp1.530, Vale Indonesia (INCO) 8,30% ke Rp6.200, dan Aneka Tambang (ANTM) 7,78% ke Rp3.740.
Analisis senior Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa pengumuman FTSE Russell menjadi katalis positif yang dapat meredam tekanan pasar akibat konflik di Timur Tengah.
FTSE Russell mengonfirmasi bahwa Indonesia tidak akan dimasukkan dalam watch list, menekankan bahwa reformasi pasar modal negara terus mendapat apresiasi, termasuk peningkatan pengungkapan pemegang saham dan pengetatan free‑float minimum.
Data BEI menunjukkan net sell asing year‑to‑date mencapai Rp36,23 triliun, sementara investor domestik tetap menguasai 66% dari total partisipasi pasar.
Meskipun sentimen global masih menantang, pernyataan FTSE memberikan dukungan bagi aliran modal masuk dan menurunkan risiko outflow yang dapat mempengaruhi likuiditas indeks.
Pada penutupan Rabu, IHSG naik 4,45% menjadi 7.279, menandai pergerakan bullish terbesar dalam minggu tersebut.
Kenaikan IHSG didorong oleh performa kuat saham-saham konglomerat milik Prajogo Pangestu, termasuk BRPT, PTRO, dan CDIA, yang mencatat kenaikan tajam.
Pasar tetap memperhatikan perkembangan kebijakan regulator serta dinamika geopolitik, namun tren positif pada akhir pekan ini menunjukkan momentum perbaikan bagi saham-saham utama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan