Media Kampung – 31 Maret 2026 | Investor asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp686,13 miliar pada awal pekan ini, menandai aliran keluar signifikan dari pasar saham Indonesia.

Penjualan terpusat pada sektor perbankan, dengan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Central Asia (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dijual, menyumbang porsi besar dari total nilai keluar.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan harga saham BRI turun beberapa persen setelah volume penjualan bersih meningkat, menambah tekanan pada indeks perbankan.

BBCA juga mengalami penurunan tajam, dengan volume penjualan bersih melebihi puluhan juta lembar saham dalam satu hari perdagangan.

Selain dua bank utama, empat saham lainnya mengalami penurunan tajam yang dipicu oleh aksi jual asing, memperluas dampak penurunan pasar.

Saham pertambangan BUMI menjadi salah satu yang paling tertekan, harga meluncur setelah investor asing menyingkirkan posisi besar dalam waktu singkat.

Analis dari perusahaan sekuritas lokal menilai bahwa penjualan bersih ini mencerminkan kekhawatiran atas pengetatan moneter global serta ketidakpastian kebijakan domestik.

Rudi Hartono, analis senior, menyatakan bahwa besarnya aliran keluar asing berpotensi menekan nilai tukar rupiah dan menambah volatilitas pasar.

Fenomena ini muncul setelah periode pembelian bersih oleh asing pada minggu-minggu sebelumnya, menunjukkan pergeseran sentimen investor internasional.

Beberapa pelaku pasar melihat penurunan harga sebagai peluang bagi investor lokal untuk masuk dengan harga lebih rendah.

Namun, ada peringatan bahwa kelanjutan penjualan asing dapat mempertahankan tekanan turun pada indeks utama.

Indeks Komposit BEI menutup lebih rendah sekitar 0,5% pada hari Selasa, mencerminkan dampak penjualan bersih tersebut.

Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran tentang tekanan inflasi yang memengaruhi aliran modal.

Secara keseluruhan, penjualan bersih asing senilai Rp686 miliar menegaskan sensitivitas pasar saham Indonesia terhadap pergerakan modal eksternal.

Pengamat pasar akan memantau data ekonomi mendatang dan sinyal kebijakan untuk menilai apakah aliran keluar ini akan berlanjut atau berbalik arah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.