Media Kampung – 04 April 2026 | Menurut data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur yang dirilis pada 29 Maret 2026, jumlah wisatawan yang mengunjungi destinasi di provinsi tersebut selama libur Lebaran mencapai lebih dari 5,31 juta orang, menandakan kenaikan sebesar 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut mencakup seluruh kunjungan ke Daya Tarik Wisata (DTW) di Jawa Timur, dan diperkirakan akan terus berubah hingga akhir data pada 5 April 2026.

Dari total tersebut, sekitar 5,3 juta wisatawan berasal dari dalam negeri (wisnus), sementara sisanya sebanyak sekitar 14 ribu merupakan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang untuk menikmati atraksi unggulan provinsi. Badan Pengelolaan Pariwisata juga memproyeksikan bahwa pergerakan wisatawan selama periode Lebaran akan mencapai sekitar 19 juta mobilitas, mencerminkan intensitas kunjungan yang tinggi dan potensi dampak ekonomi yang signifikan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai pencapaian ini sebagai bukti kuat bahwa sektor pariwisata provinsi semakin menggeliat dan menjadi pilihan utama bagi pelancong pada saat liburan. Ia menambahkan bahwa tren positif tersebut menunjukkan keberagaman destinasi yang dimiliki Jawa Timur serta daya tarik yang terus meningkat, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan setiap wisatawan.

Untuk wisatawan mancanegara, lima destinasi teratas meliputi Air Terjun Tumpak Sewu di Lumajang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang mencakup wilayah Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang, kawah ijen di Bondowoso dan Banyuwangi, serta kawasan budaya Kampung Warna‑Warna dan Kampung Tridi Kesatrian di Kota Malang. Sementara wisatawan domestik lebih memilih lokasi alam dan rekreasi keluarga seperti Telaga Sarangan di Magetan, Kebun Binatang Surabaya, Pantai Klayar di Pacitan, Monumen Simpang Lima Gumul di Kediri, serta kembali mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Lonjakan kunjungan ini tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah, terutama bagi UMKM dan pelaku usaha di sekitar objek wisata yang merasakan peningkatan permintaan barang dan jasa. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sistem pengawasan keamanan dan mitigasi bencana di setiap destinasi, dengan tujuan menjamin liburan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh pengunjung.

Dengan dukungan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal, diharapkan tren pertumbuhan kunjungan wisatawan ini dapat berlanjut pada musim liburan berikutnya dan terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat Jawa Timur. Data terbaru akan terus dipantau untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil tetap responsif terhadap dinamika permintaan wisatawan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.