Media Kampung – 02 April 2026 | KONI Kabupaten Mojokerto menandatangani nota kesepahaman dengan pengelola Wisata Desa BMJ Mojopahit untuk mengembangkan sport tourism di wilayah Dlanggu.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua KONI Imam Suyono dan Direktur Wisata Desa Brahma dalam suasana akrab.

Kesepakatan menetapkan prosedur pengajuan kegiatan olahraga oleh masing‑masing cabang olahraga kepada KONI setempat.

Setelah pengajuan, KONI akan menilai dan memberi rekomendasi, kemudian pihak desa akan menyetujui penggunaan lokasi.

Cabang olahraga tetap bertanggung jawab atas teknis pelaksanaan event sesuai standar.

Brahma menegaskan bahwa koordinasi antara cabang olahraga, KONI, dan pengelola desa menjadi kunci keberhasilan.

Ia menambahkan potensi olahraga dan pariwisata di Mojokerto cukup besar untuk dijalankan bersamaan.

Wisata Desa BMJ Mojopahit memiliki fasilitas lapangan, trek, serta area pendukung yang dianggap layak untuk kompetisi.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap sport tourism dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan menumbuhkan aktivitas olahraga lokal.

Pembagian pendapatan sewa tempat diatur 15 % untuk cabang olahraga, 5 % untuk KONI, dan sisanya untuk pengelola desa.

Untuk kunjungan wisata yang dihasilkan oleh cabang olahraga, desa memperoleh 10 % dari tiket masuk.

Acara gathering atau rapat yang diselenggarakan di lokasi memberi kontribusi 15 % dari nilai kegiatan kepada desa.

Sekretaris Umum KONI Mojokerto, M. Thoyib, SH, menyatakan nota kesepahaman ini merupakan langkah awal memperluas kolaborasi dengan stakeholder daerah.

Ia menargetkan MoU selanjutnya dengan pemerintah daerah maupun pihak swasta untuk mendukung pengembangan olahraga.

Thoyib menekankan sinergi lintas sektor penting untuk pembinaan cabang olahraga di Kabupaten Mojokerto.

Tujuan akhir kerja sama adalah meningkatkan prestasi atlet daerah serta mempromosikan daerah melalui event olahraga.

Konsep sport tourism diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang mencari pengalaman aktif.

Desa Randugenengan, tempat wisata BMJ Mojopahit, terletak di kecamatan Dlanggu, sebuah area yang belum banyak dieksplorasi wisatawan.

Dengan dukungan KONI, desa berpotensi menjadi pusat pelatihan dan kompetisi tingkat provinsi.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif.

Pendapatan tambahan dari sport tourism diproyeksikan dapat memperkuat anggaran desa dan fasilitas olahraga.

Pengelola desa berjanji meningkatkan standar keamanan dan kebersihan pada setiap event.

Cabang olahraga yang terlibat meliputi atletik, sepak takraw, dan futsal, sesuai permintaan lokal.

Setiap cabang akan menyusun jadwal kegiatan yang selaras dengan kalender kompetisi regional.

KONI akan memfasilitasi pelatihan teknis bagi panitia desa agar standar penyelenggaraan terpenuhi.

Kegiatan sport tourism juga diharapkan menstimulasi industri pendukung seperti penginapan, kuliner, dan transportasi.

Pihak desa menyiapkan paket wisata yang mencakup akomodasi, transportasi, dan layanan medis bagi peserta.

Dengan model pembagian keuntungan yang transparan, diharapkan tidak ada konflik kepentingan antara pihak.

Evaluasi periodik akan dilakukan setiap enam bulan untuk menilai dampak ekonomi dan sosial.

Jika hasil positif, rencana ekspansi ke desa lain di Mojokerto sedang dipertimbangkan.

Kolaborasi ini mencerminkan tren nasional yang mengintegrasikan olahraga dalam paket pariwisata.

Pemerintah pusat telah mendorong pengembangan sport tourism sebagai sumber pendapatan daerah.

Keberhasilan inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain di Jawa Timur.

Masyarakat setempat menyambut baik program ini dan berharap tercipta lapangan kerja baru.

Dengan sinergi KONI, desa, dan pemerintah, sport tourism di Mojokerto diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan daerah.

Kerja sama ini menandai langkah konkret menggabungkan olahraga dan pariwisata demi peningkatan prestasi dan perekonomian lokal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.