Media Kampung – DHL Express telah membeli 30 unit Wuling Mitra EV untuk memperkuat armada logistik yang ramah lingkungan di empat kota di Indonesia: Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Dengan langkah ini, total kendaraan listrik (EV) yang dimiliki perusahaan meningkat menjadi 58 unit dari 261 kendaraan yang beroperasi di Indonesia.

Komitmen Terhadap Lingkungan

Menurut Senior Technical Advisor DHL Express, Ahmad Mohamad, keputusan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengurangi emisi dari operasional kendaraan logistik tanpa mengorbankan kecepatan dan keandalan layanan kepada konsumen. “Pengoperasian kendaraan listrik ini membantu kami mengurangi emisi dari kegiatan pengiriman sekaligus memperkuat kemampuan dalam mendukung pelanggan yang terlibat dalam perdagangan internasional,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Detail Armada Mitra EV

Dari 30 unit Wuling Mitra EV yang digunakan, 20 unit akan beroperasi di Jakarta, 8 unit di Surabaya, dan masing-masing 1 unit di Bandung dan Semarang. Wuling Mitra EV varian Long Range ini dilengkapi dengan berbagai fitur canggih untuk mendukung keberlangsungan logistik, termasuk ruang kargo yang mencapai 6,5 meter dan pintu belakang yang dapat dibuka hingga 270 derajat. Selain itu, kendaraan ini mampu melakukan pengisian daya cepat melalui colokan CCS2, yang dapat mengisi daya dari 30% menjadi 80% dalam waktu sekitar 30 menit.

Target Global DHL

Secara global, DHL menargetkan untuk mencapai zero emissions pada tahun 2050. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan menargetkan lebih dari 66% armada first-mile dan last-mile menggunakan EV pada tahun 2030. Wuling Mitra EV juga dilengkapi dengan MAGIC baterai yang dirancang khusus untuk armada logistik, yang menekankan lima pilar utama: keamanan struktur, perlindungan sel, performa tinggi, manajemen cerdas, dan sistem bebas pembakaran.

Kolaborasi dan Keberlanjutan

Arif Pramadana, Vice President Wuling Motors, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi untuk menghadirkan solusi mobilitas yang dapat mendukung kebutuhan operasional bisnis. “Kami berharap kerja sama ini dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang memperhatikan keberlanjutan, pemakaian kendaraan ramah lingkungan menjadi salah satu strategi penting untuk mendukung praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab.