Media Kampung – Pedagang spare part mobil di Gedung Senen Jaya, Jakarta Pusat, mengeluhkan penurunan drastis dalam pendapatan mereka setelah dipindahkan ke lokasi baru di blok 1 dan 2. Sebelumnya, pusat spare part ini terletak di blok 4 dan 5, yang dikenal lebih ramai pengunjung.
Yusri, seorang pedagang di toko New Budhi Honda, mengungkapkan bahwa saat masih berada di blok sebelumnya, penjualan masih ada meskipun sedikit. Namun, situasi berubah setelah mereka pindah ke lokasi baru. “Belum tentu ada penjualan, agak sedikit mendingan di tempat lama. Itu juga bengkel-bengkel yang ada mobil langganan mereka dari lama. Nggak nutup pendapatan buat bayar sewa toko,” ujarnya.
Alwi, pemilik toko Fajar Aksesoris, juga merasakan dampak serupa. Menurutnya, penjualan bisa dibilang hanya ada setiap tiga hari. “Saya sudah 20 tahun jualan di blok 4. Dari pertama kali buka belum pernah nggak ada penjualan. Kondisi ekonomi juga bikin pengaruh,” komentarnya.
Ia bahkan membandingkan pendapatan hariannya yang dulu bisa mencapai Rp 150 ribu, kini belum tentu ada pemasukan sama sekali. Alwi menilai bahwa lokasi di rooftop membuat pembeli enggan untuk naik, yang berakibat pada hilangnya sebagian besar langganan tetapnya. “Yang bikin saya heran itu langganan pada hilang semua. Bukannya ada kenaikan, tapi penurunan, jauh sekali sama blok 5. Saya sudah berhentikan tiga karyawan, dulu total ada empat sekarang sisa satu saja. Saya sudah tekor tiga tahun,” tutup Alwi.













