Media Kampung – Biaya perbaikan mobil Peugeot lawas, terutama model 206, 306, 406, dan 307, menjadi pertimbangan penting bagi calon pemilik sebelum membeli.

Bengkel spesialis Peugeot Kamil Motor di Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, mengungkapkan bahwa biaya servis untuk model-model tersebut lebih tinggi dibandingkan mobil Jepang. Kamil, pemilik bengkel, menjelaskan bahwa biaya perbaikan bergantung pada tipe mobil dan bagian yang bermasalah.

Biaya Perbaikan Mobil Peugeot 206

Model 206 sering kali mengalami masalah di bagian elektrik dan panel instrumen. Perbaikan panel instrumen berkisar antara Rp 1-2 juta, sementara penggantian ECU dengan barang copotan dari Singapura dapat mencapai Rp 3-4 juta. Biaya perbaikan kaki-kaki belakang berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

Biaya Perbaikan Mobil Peugeot 306

Model 306 memiliki masalah serupa di bagian elektrik dan blok mesin yang rentan korosi. Biaya perbaikan kaki-kaki dapat lebih terjangkau, dengan harga ball joint sekitar Rp 250 ribu dan bushing arm sekitar Rp 350-400 ribu.

Biaya Perbaikan Mobil Peugeot 406

Peugeot 406 dikenal sebagai model yang paling kuat. Namun, mungkin mengalami masalah ringan seperti extra fan mati dengan biaya perbaikan sekitar Rp 2,6 juta.

Biaya Perbaikan Mobil Peugeot 307

Model 307 memiliki biaya kerusakan paling tinggi, terutama pada power steering elektrik yang biaya pompa barunya mencapai Rp 14 juta. Sebagai alternatif, bisa menggunakan hidrolik biasa dengan biaya sekitar Rp 3-4 juta.

Servis Rutin dan Besar

Biaya servis rutin untuk keempat model tersebut setara dengan mobil Jepang, berkisar antara Rp 1-2 juta untuk penggantian oli, busi, dan filter. Servis besar untuk mobil Peugeot yang tidak terawat bisa menelan biaya antara Rp 6-10 juta.

Dengan harga mobil Peugeot lawas yang mulai dijual di kisaran Rp 20-50 juta, calon pembeli harus mempertimbangkan biaya perbaikan yang mungkin melebihi harga beli mobil itu sendiri.