Media Kampung – 10 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan pada peresmian pabrik perakitan kendaraan listrik PT Vektor Sakti Industries di Magelang bahwa Indonesia harus melahirkan “national champion” di sektor otomotif. Ia menolak posisi Indonesia hanya sebagai konsumen, melainkan harus menjadi produsen utama.

Prabowo mengutip contoh Jepang yang memiliki Isuzu dan Hino serta Korea Selatan yang menguasai Hyundai dan Daewoo sebagai model keberhasilan. Menurutnya, keberhasilan itu berakar pada strategi industrialisasi terkoordinasi dan dukungan kebijakan jangka panjang.

Dalam pidatonya, presiden menyatakan harapannya VKTR dapat menjadi perusahaan otomotif pertama yang menembus pasar internasional dalam beberapa tahun ke depan. Ia menambahkan bahwa pencapaian tersebut akan menandai era baru bagi industri dalam negeri.

Pemerintah berjanji memberikan fasilitas fiskal, regulasi yang mempermudah, serta akses pembiayaan bagi produsen otomotif yang berinvestasi pada teknologi bersih. Langkah itu ditujukan untuk mengatasi kendala modal dan rantai pasok yang selama ini menjadi hambatan.

Prabowo menekankan bahwa industrialisasi bukan sekadar produksi barang, melainkan transformasi teknologi menjadi nilai tambah bagi perekonomian. Ia menegaskan bahwa kebangkitan teknologi harus diikuti oleh pembangunan industri nyata.

Baca juga:

Acara tersebut juga menampilkan perwakilan Komisi IV DPR yang menyampaikan dukungan legislatif terhadap program hilirisasi nikel menjadi baterai kendaraan listrik. Sinergi antara pemerintah, legislatif, dan swasta dianggap kunci percepatan target.

VKTR, yang merupakan bagian dari grup Bakrie, diproyeksikan memproduksi ribuan unit kendaraan komersial listrik setiap tahun dan menggerakkan ekosistem pemasok lokal. Proyek ini diperkirakan menciptakan ribuan lapangan kerja terampil di wilayah Magelang.

Presiden menambahkan bahwa pengembangan kendaraan listrik akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar fosil. Hal ini diharapkan menurunkan beban subsidi BBM dan memperbaiki neraca perdagangan energi.

Prabowo menyampaikan bahwa strategi nasional akan menitikberatkan pada tiga pilar: hilirisasi sumber daya, inovasi teknologi, dan kemandirian ekonomi. Ia menegaskan bahwa ketiga pilar tersebut saling memperkuat dalam menciptakan champion otomotif.

Pemerintah juga merencanakan pembentukan zona industri khusus yang memfasilitasi riset dan produksi komponen otomotif. Zona tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas uji coba baterai dan laboratorium material.

Baca juga:

Dalam konteks global, Prabowo menyatakan Indonesia sedang “bangkit” dan tidak lagi menjadi “giant yang tidur”. Ia menekankan bahwa langkah-langkah ini akan menempatkan Indonesia pada posisi kompetitif di pasar otomotif dunia.

Analis industri menilai bahwa keberhasilan national champion memerlukan standar kualitas internasional, jaringan distribusi luas, dan kemampuan riset berkelanjutan. Mereka menambahkan bahwa dukungan pemerintah harus konsisten dan tidak terhambat birokrasi.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran tambahan untuk program pelatihan teknis bagi tenaga kerja otomotif, guna menutup kesenjangan keterampilan. Program ini diharapkan menghasilkan tenaga ahli yang mampu mengoperasikan lini produksi modern.

Prabowo menutup acara dengan mengajak semua pemangku kepentingan untuk terus memantau progres dan menyampaikan kendala yang dihadapi. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah secara cepat demi kelancaran industri.

Dengan langkah ini, Indonesia menegaskan ambisinya beralih dari status pasar konsumen menjadi pemain utama dalam produksi otomotif global, sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.