Media Kampung – 08 April 2026 | Menteri Perindustrian Purbaya menegaskan bahwa tidak ada alokasi anggaran untuk program Motor Bertenaga Listrik (MBG) pada tahun anggaran 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (8 April 2026).
Isu viral tentang puluhan ribu motor yang terpasang logo Badan Gizi Nasional (BGN) memicu spekulasi publik mengenai dukungan fiskal pemerintah. Purbaya menolak kaitan antara logo tersebut dan kebijakan anggaran MBG.
Anggaran APBN 2026 baru disahkan bulan lalu, dan prioritas utama tetap pada subsidi kendaraan listrik roda dua yang sudah diatur dalam Rencana Induk Transportasi Nasional. Namun, komponen khusus untuk MBG belum dimasukkan dalam dokumen anggaran.
‘Kami belum menyiapkan dana khusus untuk MBG, karena masih dalam tahap evaluasi kebijakan,’ ujar Purbaya dengan tegas. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan meninjau kembali kebutuhan pasar sebelum menetapkan alokasi baru.
Program kendaraan listrik pemerintah sejak 2023 telah mencakup insentif pembelian, pembebasan pajak, dan pembangunan infrastruktur pengisian daya. Pada 2025, total subsidi mencapai Rp 5 triliun, tetapi tidak mencakup motor MBG yang belum terstandardisasi.
Produsen sepeda motor domestik menyambut pernyataan tersebut dengan catatan bahwa ketidakpastian anggaran dapat menunda peluncuran model MBG yang sedang dalam pengembangan. Beberapa perusahaan mengindikasikan akan menunggu kepastian regulasi sebelum menginvestasikan kapasitas produksi.
Bagi konsumen yang mengharapkan motor listrik dengan harga terjangkau, penundaan alokasi anggaran berarti harga jual kemungkinan tetap tinggi. Analisis lembaga riset pasar memperkirakan penurunan penjualan MBG hingga 15 persen jika dukungan fiskal tidak diberikan.
Purbaya menutup dengan menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen pada transisi energi bersih, namun alokasi khusus untuk MBG akan diputuskan setelah kajian mendalam. Kondisi ini menandai fase evaluasi kebijakan sebelum langkah anggaran berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan