Media Kampung – 07 April 2026 | Sebuah Toyota Avanza tahun 2011 terbakar di tanjakan Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang pada malam 5 April 2026, sesaat setelah meninggalkan SPBU Silayur setelah mengisi Pertalite.

Polisi melakukan penyelidikan dan menolak rumor yang menyebut kendaraan tersebut mengangkut tiga jerigen BBM tersembunyi di bagasi, yang konon terbakar setelah pengemudi merokok.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, mengonfirmasi tidak ditemukan bukti penimbunan BBM, serta penyebab kebakaran berasal dari ruang mesin.

Pemilik mobil, Jujuk Efendi (45) dari Kelurahan Ngarianak, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, membeli mobil tersebut sekitar satu bulan sebelum kejadian dan menyatakan kondisi mobil normal sebelum berangkat.

Ia menambahkan bahwa sistem pendingin udara (AC) mobil sempat rusak namun telah diperbaiki beberapa minggu lalu dan berfungsi baik saat digunakan.

Setelah mengisi Pertalite senilai Rp 200.000, pengemudi melanjutkan perjalanan; beberapa meter dari pom bensin terdengar letupan tiba‑tiba dari tutup mesin, diikuti api menyala.

Pengemudi bersama penumpang bernama Murni segera keluar dari mobil dan menjauh untuk menghindari bahaya.

Dua unit pemadam kebakaran tiba cepat, memadamkan kobaran dan mencegah api menyebar ke jalan atau SPBU sekitar.

Saksi mata, Mursalim, menggambarkan mobil berwarna putih yang meledak setelah pengemudi mencoba menyalakan mesin, tanpa ada kontainer BBM yang terlihat.

Kejadian tersebut memicu beredarnya pesan di grup WhatsApp yang menuduh penimbunan BBM, namun polisi menyatakan tuduhan itu tidak berdasar dan mengkategorikannya sebagai hoaks.

Laporan polisi menegaskan bahwa tangki bahan bakar mobil berkapasitas standar 45 liter, tidak ada jerigen tambahan yang ditemukan di dalam atau sekitar kendaraan.

Kasus ini menekankan pentingnya penyebaran informasi yang akurat saat terjadi darurat, karena rumor palsu dapat mengganggu upaya penyelamatan dan menimbulkan kepanikan publik.

Pihak berwenang mengingatkan pengendara untuk tidak merokok di dalam kendaraan dan melaporkan aktivitas mencurigakan di SPBU secara cepat.

Penyelidikan masih terbuka untuk mengidentifikasi penyebab teknis seperti kemungkinan kebocoran saluran bahan bakar atau hubungan pendek listrik yang memicu ledakan.

Saat ini tidak ada korban jiwa, dan pemilik mobil bekerja sama dengan polisi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.