Media Kampung – 05 April 2026 | Amran, Menteri atau pejabat, mengumumkan bahwa Indonesia telah berhasil memproduksi mobil yang dapat berjalan dengan bahan bakar etanol, dan sudah menandatangani kontrak ekspor pertama ke Brasil.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara resmi di Jakarta.

Mobil tersebut dikembangkan oleh konsorsium dalam negeri yang melibatkan produsen otomotif, lembaga riset, dan kementerian energi, dengan tujuan mengurangi ketergantungan pada bensin serta mendukung transisi energi bersih.

Teknologi etanol yang dipakai memungkinkan penggunaan bahan bakar yang diproduksi dari sumber biomassa lokal, seperti singkong, tebu, dan kelapa sawit, yang dapat menurunkan emisi CO2 secara signifikan dibandingkan bahan bakar fosil.

Unit produksi berada di pabrik di Cikarang, Jawa Barat, dengan kapasitas tahunan sekitar 30.000 unit, dan telah melewati serangkaian uji homologasi serta standar keselamatan internasional.

Ekspor ke Brasil meliputi 5.000 unit pertama, yang dijadwalkan tiba pada kuartal ketiga tahun ini, sebagai bagian dari kerja sama perdagangan antara Kementerian Perdagangan dan otoritas otomotif Brasil.

Dalam pernyataannya, Amran menekankan bahwa pasar Brasil memiliki permintaan tinggi untuk kendaraan ramah lingkungan, mengingat kebijakan pemerintah Brasil yang mendukung penggunaan etanol sebagai bahan bakar utama.

“Kami melihat peluang strategis di Brasil, karena konsumen mereka sudah terbiasa dengan etanol, dan mobil buatan Indonesia dapat bersaing secara harga dan performa,” kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta.

Pemerintah menyiapkan insentif pajak bagi produsen lokal yang mengalihkan produksi ke bahan bakar etanol, serta menyediakan subsidi bagi konsumen yang membeli kendaraan berteknologi tersebut.

Analisis industri menunjukkan bahwa adopsi mobil etanol dapat membuka pasar domestik yang potensial, mengingat Indonesia memiliki produksi etanol yang meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Sektor energi juga diharapkan mendapat manfaat, karena peningkatan permintaan etanol dapat memperluas jaringan pabrik fermentasi dan menstimulasi pertumbuhan petani yang menanam bahan baku.

Namun, para pengamat mengingatkan bahwa infrastruktur pengisian etanol masih terbatas di beberapa wilayah, sehingga pemerintah perlu mempercepat pembangunan stasiun distribusi.

Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Indonesia tidak hanya menambah nilai ekspor otomotif, tetapi juga memperkuat posisi sebagai pemain inovatif dalam ekonomi hijau global.

Amran menutup konferensi dengan harapan bahwa keberhasilan ekspor ke Brasil akan memicu lebih banyak negara untuk mengadopsi teknologi serupa, serta mendorong percepatan transisi energi nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.