Media Kampung – 05 April 2026 | ZXMoto, produsen motor asal China yang didirikan pada 2024 oleh Zhang Xue, meraih kemenangan pertama di ajang FIM Supersport World Championship (WorldSSP) pada seri Portimao, Portugal, 28-29 Maret 2026. Kemenangan ini menandai pertama kalinya merek China mengalahkan produsen mapan seperti Ducati dan Yamaha di kelas internasional.

Pembalap Prancis Valentin Debise mengendarai ZXMoto 820RR dan menjuarai Race 1 dengan selisih 3,685 detik dari pembalap Ducati. Ia kembali memenangkan Race 2, menjadikan ZXMoto pemenang seri ganda.

Direktur WorldSBK Gregorio Lavilla menegaskan bahwa hasil tersebut bukan kebetulan, melainkan bukti kualitas konstruksi motor Zhang. “Apa yang dibangun Zhang kini membuahkan hasil di lintasan,” ujarnya.

Motor 820RR yang dijual secara komersial dibanderol antara 40.000 yuan (sekitar Rp94,4 juta) hingga Rp102 juta, harga yang masih lebih tinggi dibandingkan pesaing Eropa dan Jepang di kelas 600‑800 cc. Namun keunggulan tenaga, bobot ringan, dan pusat gravitasi rendah menjadi nilai jual utama.

ZXMoto 820RR baru diluncurkan pada September 2025, hanya enam bulan sebelum debut di WorldSSP, menunjukkan kecepatan pengembangan produk yang luar biasa. Perusahaan belum berencana menurunkan seluruh tim untuk sisa musim karena masih melakukan pengujian untuk tahun 2027.

Zhang Xue, mantan mekanik berusia 39 tahun, memulai kariernya di sebuah bengkel di Provinsi Hunan pada usia 14 tahun setelah meninggalkan sekolah. Pengalaman praktisnya mengajarinya cara mengidentifikasi kegagalan struktural pada motor, yang kemudian dijadikan dasar desain ZXMoto.

Pada 2006, Zhang sempat muncul dalam video viral saat berusaha mengejar tim televisi dengan sepeda motor di hujan deras, namun gagal dan jatuh. Rekaman tersebut kembali diangkat pada 2023 sebagai alat pemasaran yang memperkuat citra underdog ZXMoto.

Setelah pindah ke Zhejiang pada 2009, Zhang bekerja di perusahaan Apollo, mengasah kemampuan mengemudi dan berkompetisi di balapan amatir. Ia kemudian bergabung dengan Huanghe Motorcycle pada 2013, berkontribusi pada pengembangan model 250X dan 300X.

Pada 2017, bersama istri Chen Xingyi, ia mendirikan Kove Moto, namun usaha tersebut mengalami kesulitan keuangan dan harus bergantung pada pinjaman keluarga serta teman. Chen mencatat bahwa mereka melunasi utang secara rutin, terutama pada periode Tahun Baru Imlek.

Tahun 2023, Zhang kembali ke Chongqing dengan modal 20.000 yuan, membeli komponen, merakit prototipe, dan mempublikasikannya di forum daring. Respons positif komunitas motor China mendorong penjualan pertama dan mempercepat pengembangan ZXMoto.

Pada 2024, Zhang resmi meluncurkan merek ZXMoto dengan visi menghasilkan motor berkualitas dunia. Pada Maret 2026, pencapaian di WorldSSP meningkatkan nilai perusahaan menjadi sekitar 750 juta yuan (sekitar 108,8 juta dolar AS).

Keberhasilan ini juga mencerminkan kemajuan produk buatan China dalam rantai nilai global, menegaskan kemampuan manufaktur negara tersebut di sektor otomotif. Industri motor internasional kini harus menyesuaikan strategi menghadapi kompetitor baru dari Asia.

Menurut Lavilla, kemenangan ZXMoto memberi kredibilitas nyata pada level internasional dan menantang dominasi tradisional. Hal ini dapat mendorong lebih banyak tim Asia untuk berpartisipasi di kejuaraan kelas menengah.

Dengan dukungan media sosial dan sorotan internasional, ZXMoto diharapkan meluncurkan varian baru serta memperluas jaringan penjualan ke pasar Eropa dan Amerika. Ke depannya, perusahaan akan terus menguji teknologi motor untuk musim 2027.

Secara keseluruhan, ZXMoto telah mengubah persepsi dunia terhadap motor China, membuktikan bahwa inovasi, tekad, dan strategi pemasaran dapat mengubah pemain kecil menjadi pesaing utama di panggung global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.