Media Kampung – 03 April 2026 | Setelah arus pulang kampung Lebaran mereda, permintaan akan motor bekas khususnya Honda BeAT mengalami lonjakan signifikan, memicu kenaikan harga jual di pasar tradisional dan daring. Dealer dan penjual individu melaporkan bahwa model tahun 2018 hingga 2020 kini dipasarkan mulai Rp 10,8 juta, naik sekitar tiga persen dibandingkan periode sebelum mudik.
Lonjakan permintaan dipicu oleh kebutuhan mobilitas cepat di daerah perkotaan setelah libur panjang, sekaligus menurunnya pasokan motor baru akibat penyesuaian produksi pabrikan. Konsumen yang menghindari kemacetan lalu lintas memilih motor skuter matik berukuran kecil, menjadikan Honda BeAT pilihan utama.
Penjual motor bekas menekankan bahwa harga jual baru sudah memperhitungkan biaya perawatan, terutama penggantian aki. Harga aki motor pada April 2026 tetap stabil, dengan varian standar untuk Honda BeAT berkisar Rp 200.000 hingga Rp 265.000, sehingga penjual dapat menambahkan biaya penggantian aki ke dalam paket penjualan tanpa mengurangi margin.
Seorang pedagang motor bekas di Jakarta mengungkapkan, “Kami menyesuaikan harga jual dengan kondisi mesin, kilometernya, serta kelengkapan aksesoris seperti aki baru. Jika motor sudah dilengkapi aki berkualitas, pembeli bersedia membayar lebih.” Pendapat ini mencerminkan pentingnya komponen kelistrikan dalam menentukan nilai jual.
Data pasar menunjukkan bahwa motor bekas yang dilengkapi aki merek terkemuka, misalnya Motobatt MTZ5S dengan harga Rp 265.000, cenderung memperoleh nilai jual lebih tinggi dibandingkan yang masih menggunakan aki standar pabrikan. Hal ini memperkuat strategi penjual yang menawarkan paket lengkap.
Selain faktor aki, kondisi fisik dan riwayat perawatan juga menjadi penentu utama. Motor yang pernah menjalani servis rutin di bengkel resmi biasanya dihargai lebih tinggi, karena memberikan jaminan keandalan bagi pembeli. Penjual menambahkan bahwa dokumen servis lengkap dapat meningkatkan kepercayaan konsumen hingga 15 persen.
Pembeli pertama kali, terutama generasi milenial, mengungkapkan preferensi mereka terhadap motor yang siap pakai tanpa harus menunggu perbaikan. “Saya tidak mau ribet mengganti aki atau melakukan perbaikan lain setelah beli,” kata seorang pembeli di Surabaya. Kebutuhan ini mendorong penjual untuk menyiapkan motor dalam kondisi optimal sebelum dipasarkan.
Pengamat pasar otomotif memperkirakan tren kenaikan harga motor bekas akan berlanjut hingga kuartal berikutnya, seiring dengan meluasnya program subsidi BBM dan kebijakan pembatasan kendaraan baru di beberapa kota besar. Namun, jika produksi motor baru kembali normal, tekanan pada pasar bekas dapat berkurang.
Secara keseluruhan, pasca mudik Lebaran motor bekas Honda BeAT menunjukkan pergeseran harga yang dipengaruhi oleh permintaan tinggi, stabilitas harga aki, serta kesadaran pembeli akan pentingnya komponen kelistrikan. Pembeli disarankan untuk memeriksa kondisi aki dan riwayat servis secara menyeluruh sebelum memutuskan pembelian.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan