Media Kampung – 01 April 2026 | Enam mobil terlibat dalam kecelakaan beruntun di Jalan Raya Bojonegoro‑Padangan, Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Bojonegoro, pada Senin 30 Maret, dipicu kegagalan rem pada truk molen.
Lalu lintas saat itu diatur dengan sistem buka‑tutup karena pekerjaan perbaikan jalan nasional di lokasi, sehingga kendaraan dari arah barat terhenti berurutan.
Kendaraan yang berhenti meliputi Honda Brio, Suzuki APV (mobil siaga), Suzuki Ertiga, Toyota Calya, serta truk tronton yang menunggu giliran.
Dari belakang, truk molen melaju dengan kecepatan menengah dan mengalami gangguan pada sistem pengereman, sehingga tidak dapat menghentikan diri tepat waktu.
Karena jarak antar kendaraan sangat pendek, truk molen menabrak truk tronton, yang selanjutnya menabrak mobil‑mobil di depannya dalam urutan beruntun.
Akibat tumbukan, masing‑masing kendaraan mengalami kerusakan pada bodi dan komponen suspensi; kerusakan pada truk molen juga signifikan, mengakibatkan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Polisi lalu lintas Bojonegoro, IPDA Septian, menyatakan tidak ada korban jiwa maupun luka‑luka, semua pengemudi dapat keluar kendaraan dengan selamat.
Tim penyelamatan melakukan evakuasi kendaraan ke pinggir jalan dan membuka kembali jalur setelah melakukan pemeriksaan singkat terhadap kondisi jalan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kegagalan rem merupakan faktor utama, dan mengingatkan pengemudi untuk selalu memeriksa kondisi rem sebelum menempuh perjalanan, terutama di zona kerja jalan.
Mereka juga menekankan pentingnya menjaga jarak aman dalam situasi lalu lintas padat atau ketika sistem buka‑tutup diterapkan, untuk memberi waktu reaksi bila kendaraan depan tiba‑tiba berhenti.
Kecelakaan ini terjadi di wilayah yang sering menjadi rute utama transportasi barang dan penumpang, sehingga potensi dampak ekonomi lokal dapat meningkat bila terjadi berulang.
Pemerintah kabupaten Bojonegoro berencana meninjau kembali prosedur penetapan sistem buka‑tutup dan meningkatkan pengawasan teknis kendaraan berat yang melintas di area konstruksi.
Sementara itu, pemilik kendaraan yang mengalami kerusakan diharapkan mengajukan klaim asuransi dan menunggu proses perbaikan, sementara pihak kepolisian akan menyelidiki penyebab teknis pasti pada sistem rem truk molen.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa perawatan kendaraan, terutama sistem pengereman, tetap menjadi prioritas utama dalam upaya mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.
Dengan tidak ada korban jiwa, kejadian ini tetap menekankan perlunya koordinasi antara otoritas jalan, operator kendaraan, dan masyarakat untuk menjaga keselamatan di jalur transportasi penting.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan