Media Kampung – 29 Maret 2026 | Korlantas Polri membuka jalur one‑way arus balik pada pukul 06.00 WIB di ruas Tol Cikampek Utama dari kilometer 132 hingga kilometer 70, sebagai bagian dari rencana tiga tahap pengaturan lalu lintas mudik Lebaran 2026.
Langkah tersebut diambil setelah pemantauan intensif menunjukkan bahwa arus kendaraan pada segmen tersebut masih dalam batas aman, sehingga kebijakan dapat diterapkan tanpa menimbulkan kemacetan tambahan.
Segmen one‑way mencakup jalur utama dari kilometer 263 Pejagan hingga kilometer 70 Cikatama, sementara jalur contraflow satu lajur tetap dioperasikan antara kilometer 70 dan kilometer 55 untuk menambah kapasitas arah Jakarta.
Pada malam 28 Maret, Jasa Marga menghentikan operasi contraflow pada ruas kilometer 70 hingga kilometer 47 setelah data real‑time mengindikasikan kepadatan lalu lintas mulai menurun.
Irjen Pol Agus Suryonugroho, Kepala Korlantas, menegaskan bahwa kondisi arus balik masih terkendali, sehingga tidak ada kebutuhan mendesak untuk memperpanjang one‑way ke arah timur.
Ia menambahkan bahwa kebijakan one‑way lokal tahap kedua tetap dipertahankan hingga akhir pekan, sambil terus dilakukan evaluasi terhadap volume kendaraan yang masuk dari wilayah Jawa Tengah.
Jika terjadi lonjakan signifikan dari arah timur atau selatan, Korlantas siap mengaktifkan tahap ketiga, yaitu penerapan one‑way dari kilometer 390 wilayah Kendal.
Musim mudik Lebaran biasanya menyumbang lonjakan kendaraan hingga lebih dari 1,5 juta unit per hari, sehingga pengaturan dinamis dianggap krusial untuk menghindari kemacetan berkelanjutan.
Jasa Marga mengoptimalkan 22 gerbang tol arah Jakarta dan delapan gerbang arah timur, mempercepat proses pembayaran dan mengurangi waktu tunggu di pos masuk.
Petugas juga menambah jumlah petugas lapangan dan kamera CCTV yang terhubung ke pusat kontrol, sehingga setiap perubahan kepadatan dapat direspons dalam hitungan menit.
Pengendara diminta memastikan saldo uang elektronik mencukupi, memeriksa kondisi kendaraan, dan mengikuti petunjuk petugas demi kelancaran arus lalu lintas.
Aplikasi Travoy dan layanan One Call Center 133 tetap menjadi sumber utama informasi real‑time bagi pengguna tol yang ingin mengecek kondisi jalan sebelum berangkat.
Data yang dikumpulkan hingga pukul 23.00 WIB 28 Maret menunjukkan rata‑rata kecepatan di jalur utama antara 60 dan 70 kilometer per jam, menandakan aliran kendaraan masih relatif lancar.
Kondisi di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, belum menunjukkan peningkatan signifikan, sehingga kebijakan one‑way tidak diperluas ke wilayah tersebut pada saat ini.
Para analis transportasi menilai bahwa kombinasi one‑way dan contraflow yang selektif dapat menurunkan risiko bottleneck pada titik‑titik rawan seperti Cikarang dan Bekasi.
Meski contraflow telah dihentikan, Korlantas menegaskan bahwa satu‑lane contraflow dapat diaktifkan kembali bila terjadi peningkatan tiba‑tiba pada volume kendaraan.
Pengaturan tiga tahap dirancang agar fleksibel: tahap pertama meliputi pembukaan one‑way dari KM 263 ke KM 132, tahap kedua menambah segmen hingga KM 70, dan tahap ketiga menyiapkan perluasan hingga KM 390.
Seluruh langkah ini didukung oleh koordinasi intensif antara Polri, Jasa Marga, serta otoritas provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat, memastikan respon cepat terhadap perubahan kondisi di lapangan.
Pengguna tol yang melanggar aturan satu‑arah dapat dikenai sanksi administratif, termasuk denda dan pencabutan izin sementara, sebagai upaya menegakkan disiplin lalu lintas.
Dengan pemantauan terus‑menerus dan kesiapan tahapan tambahan, Korlantas menilai arus balik Lebaran 2026 berada dalam kontrol, dan kebijakan one‑way akan tetap berlaku sampai situasi berubah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan