Media Kampung – 12 April 2026 | AC Milan mengalami kekalahan telak 0-3 saat menjamu Udinese di San Siro pada Sabtu, 11 April 2026, dalam pekan ke-32 Serie A 2025‑2026. Kekalahan ini menurunkan posisi Rossoneri menjadi ketiga dengan 63 poin, sementara Udinese naik ke posisi menengah dengan 43 poin.
Gol pembuka terjadi pada menit ke‑27 melalui gol bunuh diri Davide Bartesaghi setelah tekanan dari sisi kanan Udinese memaksa pertahanan Milan. Gol tersebut memberi keunggulan awal kepada Udinese dan mengubah dinamika pertandingan.
Sebentar setelahnya, pada menit ke‑37, Jurgen Ekkelenkamp menambah keunggulan dengan sundulan tajam hasil umpan Nicolo Zaniolo. Gol kedua menegaskan efektivitas serangan balik Udinese serta menambah tekanan pada lini belakang Milan.
Gol ketiga datang pada menit ke‑71 lewat Arthur Atta setelah serangan terorganisir dari sisi kiri Udinese. Skor 3‑0 bertahan hingga peluit akhir, menutup catatan buruk Rossoneri.
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengakui tim berada dalam masa krisis dengan tiga kekalahan dari empat laga terakhir. Ia menegaskan perubahan formasi 4‑3‑4 tidak menjadi penyebab utama, melainkan ketidakteraturan organisasi dan kurangnya ketenangan.
Menurut Allegri, lini serang Milan gagal memanfaatkan peluang meski Christian Pulisic dan Rafael Leão menciptakan beberapa kesempatan berbahaya. Kurangnya penyelesaian akhir membuat tim tetap goyah di babak pertama.
Gelandang Adrien Rabiot menyatakan penurunan kondisi fisik dan mental menjadi faktor utama penurunan performa Milan pada paruh kedua musim. Ia menambah bahwa kelelahan menghambat konsistensi taktik dan koordinasi tim.
Rabiot menyoroti kegagalan defensif, khususnya ketidakteraturan dalam transisi dari menyerang ke bertahan, yang menyebabkan situasi tiga lawan satu pada gol kedua Udinese. Situasi tersebut memperlihatkan kurangnya komunikasi dan posisi pemain.
Statistik menunjukkan Milan menguasai bola hanya 37 persen, sementara Udinese menciptakan 20 peluang tembakan ke gawang dibandingkan 12 milik Milan. Dominasi ruang dan kecepatan serangan balik menjadi kunci keberhasilan Udinese.
Kekalahan ini memperlebar jarak antara Milan dan pemimpin klasemen, Inter Milan, serta menempatkan Juventus sebagai ancaman terdekat dengan 60 poin. Milan harus mengejar poin pada laga berikutnya melawan Verona untuk mempertahankan posisi ketiga.
Allegri menekankan pentingnya kembali menata pertahanan secara terorganisir dan meningkatkan ketajaman akhir dalam beberapa laga mendatang. Ia berharap tim dapat bangkit dan tetap bersaing untuk tiket Liga Champions.
Udinese, di bawah asuhan Gabriele Cioffi, memanfaatkan peluang melalui serangan cepat dan transisi yang terlatih, menegaskan ambisinya untuk mengamankan posisi aman di papan tengah. Kemenangan ini meningkatkan moral skuad dan menambah poin penting di fase akhir musim.
Para pemain Milan, termasuk veteran Gianluigi Donnarumma, mengakui kesalahan kolektif dan berjanji memperbaiki konsentrasi di setiap fase pertandingan. Mereka menantikan pemulihan mental menjelang pertandingan selanjutnya.
Media lokal dan internasional menilai pertandingan sebagai bukti ketidakkonsistenan Milan dalam menahan tekanan lawan berkualitas tinggi. Analisis tersebut menyoroti kebutuhan perubahan taktik dan rotasi pemain untuk mengembalikan performa optimal.
Dengan jadwal yang padat, Milan akan menghadapi Verona pada 15 April 2026, sementara Udinese bersiap melawan Torino pada akhir pekan berikutnya. Pertandingan-pertandingan tersebut akan menjadi ujian bagi kedua tim dalam perebutan posisi akhir Serie A.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan