Media Kampung – 11 April 2026 | Persija Jakarta sedang menyiapkan langkah penjualan pemain asing untuk mengurangi beban keuangan menjelang musim depan.

Tekanan finansial muncul setelah tim gagal meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir dan pendapatan menurun.

Pelatih Mauricio Souza mengonfirmasi empat pemain inti tidak dapat bermain melawan Persebaya karena cedera dan akumulasi kartu.

Di antara yang absen terdapat bek asal Belanda Mauro Zijlstra, gelandang Shayne Pattynama, bek Jordi Amat, dan gelandang Thales Lira.

“Kami punya beberapa masalah untuk pertandingan besok,” ujar Souza dalam konferensi pers di SUGBK.

Penyebab absen Shayne Pattynama adalah flu berat, sementara Zijlstra masih pulih dari cedera setelah membela Timnas Indonesia.

Jordi Amat menerima kartu merah pada pertandingan melawan Bhayangkara, dan Thales Lira terkena sanksi akumulasi kartu kuning keempat.

Kurangnya empat pemain inti memaksa Persija mengandalkan pemain cadangan seperti Van Basty Sousa untuk mengisi posisi gelandang bertahan.

Situasi ini menambah beban pada skuad yang sudah mengalami penurunan performa di Liga 1.

Selain cedera, klub juga menghadapi kritik atas keputusan menurunkan kiper muda Cyrus Margono dalam debutnya melawan Bhayangkara.

Margono kebobolan tiga gol dalam kekalahan 2-3, yang memicu sorotan negatif dari sebagian suporter.

Souza menegaskan bahwa penilaian terhadap Margono seharusnya tidak hanya didasarkan pada satu pertandingan.

Ia menambahkan bahwa kiper senior Carlos Eduardo tetap menjadi pilihan utama karena pengalaman dan peran dalam kuota pemain asing.

Keputusan tersebut dipengaruhi oleh regulasi yang mengharuskan tim menyesuaikan jumlah pemain asing yang dimainkan.

Jika Persija menggunakan enam pemain asing, Eduardo diprioritaskan; bila tujuh pemain asing, opsi lain dapat dipertimbangkan.

Regulasi kuota pemain asing menjadi faktor penting dalam strategi transfer klub.

Pengeluaran untuk gaji pemain asing yang relatif tinggi menjadi beban tambahan di tengah penurunan pendapatan.

Beberapa analis menganggap bahwa melepas pemain asing yang tidak memberikan kontribusi signifikan dapat membantu menstabilkan keuangan.

Dalam konteks ini, nama-nama seperti Zijlstra dan Pattynama menjadi kandidat utama untuk dipertimbangkan dalam penjualan.

Namun, keputusan tersebut harus diimbangi dengan kualitas skuad agar tidak mengorbankan performa di kompetisi.

Souza menyatakan bahwa kedalaman skuad Persija masih memadai meski harus menutup lubang yang ditinggalkan pemain absen.

Ia menekankan pentingnya rotasi pemain dan pemanfaatan pemain muda untuk mengisi celah.

Persija juga mengandalkan motivasi tinggi lawan, Persebaya, yang baru saja mengalahkan Persita Tangerang.

Meski begitu, klub berharap dapat bangkit dan mengumpulkan poin penting di laga tersebut.

Strategi keuangan klub kini berfokus pada pengurangan beban gaji dan optimalisasi penggunaan pemain lokal.

Penghematan tersebut diharapkan dapat menambah ruang manuver dalam pasar transfer musim depan.

Jika klub berhasil menyesuaikan anggaran, peluang untuk merekrut pemain muda berpotensi meningkatkan performa jangka panjang.

Penggemar tetap berharap Persija dapat kembali bersaing tanpa mengorbankan stabilitas finansial.

Kondisi ini mencerminkan tantangan klub-klub besar di Liga 1 yang harus menyeimbangkan ambisi kompetitif dan realitas ekonomi.

Dengan kebijakan penjualan pemain asing yang tepat, Persija berpotensi mengurangi kerugian dan mempersiapkan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Penutup, Persija harus mengelola krisis cedera, kritik kiper, dan beban keuangan secara bersamaan untuk mengembalikan kejayaan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.