Media Kampung – 10 April 2026 | Manchester United diperkirakan akan menjual gelandang Uruguay, Manuel Ugarte, pada bursa transfer musim panas 2026. Pemain berusia 24 tahun itu hanya mencatat 915 menit dalam satu kampanye, dengan tujuh penampilan sebagai starter dan empat belas kali masuk dari bangku cadangan.

Nilai pasar Ugarte diperkirakan sekitar £35 juta, dan klub telah menandai angka tersebut sebagai patokan dalam negosiasi. Beberapa klub Eropa, termasuk Aston Villa, Juventus, dan Newcastle United, telah menunjukkan minat serius.

Aston Villa menjadi yang paling vokal, dengan manajer Unai Emery menilai Ugarte cocok untuk mengisi kekosongan di lini tengah yang mengutamakan intensitas dan disiplin taktis. Villa menargetkan pemain yang dapat menambah ketangguhan defensif sambil membantu rotasi bola.

Juventus juga masuk dalam daftar peminat, namun keberhasilan negosiasi tergantung pada kualifikasi mereka ke Liga Champions. Tanpa tempat di kompetisi utama, klub Italia dapat menurunkan tawaran atau mengalihkan fokus ke opsi lain.

Newcastle United menilai Ugarte sebagai alternatif yang relatif terjangkau untuk memperkuat sektor tengah, mengingat kebijakan belanja klub yang mengutamakan nilai ekonomis. Klub tersebut tetap menunggu perkembangan status Juventus.

Baca juga:

Manchester United sendiri sedang mempersiapkan perombakan lini tengah setelah keputusan menjual Casemiro. Klub berencana menambah dua gelandang baru untuk menyesuaikan gaya permainan yang diinginkan.

Pada minggu ini, tim senior United menggelar kamp pelatihan di Carton House, Irlandia, sebagai persiapan menjelang pertandingan melawan Leeds United. Pelatih Steve Holland menekankan pentingnya konsentrasi pada sisa pertandingan domestik.

Di samping Ugarte, United juga menaruh mata pada Elliot Anderson dari Nottingham Forest sebagai pengganti potensial. Transfer Anderson diperkirakan memerlukan biaya mendekati £100 juta untuk menandingi tawaran Manchester City.

Namun, proses penjualan Ugarte dapat terhambat oleh spekulasi mengenai mantan kandidat manajer Old Trafford, Cesc Fabregas, yang kini melatih Como di Serie A. Jika Como lolos ke Liga Champions, Fabregas diyakini dapat menurunkan nilai tawaran Juventus.

Fabregas sebelumnya sempat disebut-sebut sebagai pilihan ideal untuk menggantikan Erik ten Hag, sehingga keberadaannya menambah dimensi politik dalam negosiasi. Keputusan final United tetap berfokus pada kebutuhan taktis dan finansial klub.

Baca juga:

Sejak bergabung dengan United pada 2024 dari Paris Saint-Germain, ekspektasi tinggi tidak terwujud karena ketidakstabilan sistem permainan. Penampilan yang tidak konsisten menurunkan kepercayaan pelatih terhadap kemampuan adaptasi Ugarte.

Di sisi lain, penampilan timnas Uruguay memberikan sinyal bahwa Ugarte masih memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan oleh klub lain. Keberhasilan internasionalnya dapat menjadi faktor penambah nilai pada akhir musim.

Bagi Villa, keputusan mengeluarkan £35 juta untuk Ugarte dianggap sebagai risiko terukur, mengingat klub tengah menargetkan konsistensi di kompetisi Eropa. Penggemar mengharapkan pemain tersebut dapat memberikan keseimbangan antara pertahanan dan transisi.

Kesimpulannya, transfer Manuel Ugarte berada di persimpangan antara kebutuhan United untuk mengurangi beban gaji dan keinginan klub Eropa untuk memperkuat lini tengah. Musim panas mendatang akan menentukan apakah pemain Uruguay tersebut menemukan rumah baru atau tetap menjadi bahan spekulasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

Baca juga: