Media Kampung – 10 April 2026 | Barcelona mengalami kekalahan 0-2 atas Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/26 yang digelar di Camp Nou pada 9 April 2026. Kekalahan itu dipicu oleh kartu merah yang diberikan kepada bek Barcelona, Pau Cubarsi, pada menit ke-44.
Tim asal Catalunya sempat menguasai permainan di babak pertama, menciptakan beberapa peluang berbahaya dan menekan pertahanan Atletico. Namun, keputusan wasit Istvan Kovacs yang mengeluarkan Cubarsi mengubah dinamika pertandingan secara drastis.
Setelah Cubarsi keluar, Atletico meningkatkan intensitas serangan dan memanfaatkan keunggulan angka. Julian Alvarez membuka skor lewat tendangan bebas yang terarah tak lama setelah pergantian pemain.
Gol kedua tercipta pada menit ke-70 ketika Alexander Soerloth menerima umpan silang dari Matteo Ruggeri dan mengeksekusi sontekanan yang tak dapat dihalau oleh lini belakang Barcelona. Skor 2-0 menjadi hasil akhir pertandingan.
Gerard Martin, pemain tengah Barcelona, mengakui kesulitan timnya bermain dengan sepuluh pemain. “Sebelas lawan sebelas, kami bermain bagus, namun kartu merah mengubah segalanya,” ujarnya dalam konferensi pers pasca laga.
Giuliano Simeone, penyerang muda Atletico, memberikan perspektifnya mengenai insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa kontak antara Cubarsi dan dirinya di dalam kotak penalti menjadi alasan wasit menegakkan kartu merah setelah konsultasi VAR.
Menurut Simeone, ia tidak melihat peluang emas yang jelas pada saat itu, namun ia mengakui bahwa keputusan itu memberi keuntungan signifikan bagi Atletico. “Saya merasakan kontak, namun tidak yakin apakah itu cukup untuk menghentikan peluang,” katanya.
Keputusan tersebut juga mendapat sorotan dari legenda Barcelona, Thierry Henry. Henry berpendapat bahwa wasit terlalu cepat memberikan kartu merah dan seharusnya hanya memberikan kartu kuning. “Saya tidak melihat situasi yang memenuhi kriteria peluang jelas, jadi keputusan itu terlalu keras,” ujar Henry dalam sebuah wawancara.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, juga mengkritik penggunaan VAR yang ia nilai terlalu menguntungkan Atletico. Flick menilai bahwa keputusan tersebut mengganggu ritme permainan timnya dan menurunkan moral pemain.
Atletico Madrid, yang kini memimpin agregat 2-0, akan menunggu hasil leg kedua di Wanda Metropolitano. Tim Spanyol mengandalkan keunggulan angka untuk mengamankan tempat di semifinal.
Barcelona bertekad memperbaiki performa pada leg kedua dan berharap dapat memanfaatkan dukungan suporter di Madrid. Tim Asuhan Flick akan berusaha menyeimbangkan kembali taktik setelah kehilangan Cubarsi.
Analisis para pengamat menunjukkan bahwa keputusan kartu merah menjadi titik balik utama dalam pertandingan ini. Tanpa keunggulan angka, hasil akhir mungkin akan berbeda.
Kejadian ini menambah catatan kontroversial dalam sejarah Liga Champions, dimana keputusan arbitrase sering menjadi faktor penentu. Pertandingan ini juga menegaskan pentingnya disiplin pemain dalam laga berlevel tinggi.
Dengan kekalahan ini, Barcelona harus mengevaluasi kembali strategi defensifnya menjelang leg kedua, sementara Atletico akan berusaha mempertahankan keunggulan dan melangkah ke semifinal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan