Media Kampung – 08 April 2026 | Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) resmi mengangkat Mihoko Ishida sebagai pelatih kepala timnas wanita pada 5 April 2026, menambah deretan pelatih asing yang diincar negara tersebut. Ishida dikenal sebagai mantan striker Arsenal Women yang pernah menjuarai Liga Inggris Wanita dan FA Cup.
Lahir di Prefektur Kanagawa pada 19 Juni 1982, Ishida memulai karier sepak bola sejak usia lima tahun dan sempat bermain bersama tim pria hingga enam tahun. Ia kemudian melanjutkan ke Nippon TV Menina dan Musashigaoka College sebelum menembus level profesional.
Melalui kerja sama antara Musashigaoka College dan Arsenal, Ishida mendapatkan kesempatan trial saat tim Gunners melakukan tur ke Inggris pada 2003. Meskipun hanya bermain satu pertandingan percobaan, penampilannya cukup meyakinkan sehingga ia diundang bergabung meski dengan visa pelajar dan tanpa gaji.
Pada hari pertamanya di Arsenal, Ishida mengalami kegugupan ekstrem hingga muntah sebelum sesi latihan, sekaligus harus beradaptasi tanpa menguasai bahasa Inggris. Dalam beberapa minggu ia belajar bahasa tersebut, menyesuaikan diri, dan menjadi striker cepat yang membantu klub meraih gelar liga dan piala pada dekade 2000‑an.
Suasana klub yang rutin menghabiskan malam di pub sambil bernyanyi membuka pintu bagi Ishida untuk mengeksplorasi minat musiknya. Terinspirasi oleh Bon Jovi sejak remaja, ia menulis lagu, bermain gitar, dan pernah menjadi vokalis band di sekolah.
Setelah kembali ke Jepang pada 2006, Ishida bergabung dengan JEF United Ichihara Chiba Ladies sekaligus memulai karier musik yang menghasilkan tema lagu kejuaraan sepak bola universitas wanita Jepang serta single “One for All” pada 2008. Lagu‑lagunya banyak mengangkat semangat kebersamaan tim dan perjuangan di lapangan.
Pada 2009 ia memutuskan pensiun dari sepak bola untuk fokus pada musik, bahkan mengundang mantan rekan Arsenal ke konser amal di Jepang pasca gempa Tohoku 2011. Konser tersebut menampilkan kolaborasi spontan dengan Jayne Ludlow yang naik ke panggung bersama Ishida.
Karier musiknya tidak mencapai popularitas luas, sehingga pada 2019 Ishida kembali ke dunia sepak bola sebagai asisten pelatih Setagaya FC, memimpin tim meraih gelar Liga Nadeshiko Divisi Dua. Ia kemudian menjadi pelatih kepala Nippatsu Yokohama FC Seagulls hingga 2025, memperdalam taktik dan manajemen pemain.
Penunjukan oleh FAS diharapkan membawa pengalaman kompetisi tingkat tinggi ke singapura, khususnya mengatasi tantangan fisik pemain yang relatif kecil dibandingkan lawan Asia. Ishida menegaskan fokusnya pada pembangunan tim yang solid dari bawah, bukan sekadar proyek jangka pendek.
“Ini bukan proyek selesai, ada tantangan membangun sesuatu dari nol,” ujar Ishida dalam konferensi pers pertama, menekankan pentingnya kerja sama, disiplin, dan visi jangka panjang. Ia menambahkan bahwa semangat tim harus selaras dengan nilai-nilai musik yang ia junjung.
Timnas wanita Singapura saat ini berada di peringkat bawah AFC, dan federasi tengah berupaya memperbaiki standar pelatihan dengan merekrut tenaga asing berpengalaman. Kehadiran Ishida menambah daftar pelatih asing yang dipercaya mengangkat kualitas tim di wilayah Asia.
Dengan latar belakang sebagai pemain elite dan artis musik, Ishida diharapkan memperkenalkan pendekatan inovatif dalam taktik serta budaya tim. Kontrak dua tahun yang ditandatangani menandai komitmen FAS untuk mempercepat perkembangan sepak bola wanita di negara tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan