Media Kampung – 08 April 2026 | Malaysia belum pernah lolos ke Piala Dunia sejak federasi dibentuk seratus tahun lalu, menambah tekanan pada FAM untuk memperbaiki prestasi internasional.

Pengamat lokal menilai Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menembus turnamen tersebut dalam dua dekade mendatang, mengingat peringkat FIFA yang terus naik.

Untuk mengatasi stagnasi, FAM mempercepat program naturalisasi dengan menargetkan pemain keturunan seperti Josh Robinson, bek kanan bekas akademi Arsenal.

Robinson, 21 tahun, memiliki warisan Malaysia dari ibunya serta Jamaika dan Inggris, dan kini bermain di Kidderminster Harriers, klub divisi enam Liga Inggris.

Transfermarkt mencatat ia berada di akademi Arsenal sejak 2021 hingga 2025, kemudian singgah di Wigan Athletic sebelum bergabung dengan Kidderminster pada Maret 2026.

Media Malaysia, termasuk Berita Harian dan Stadium Astro, melaporkan bahwa FAM berencana mengajukan naturalisasi Robinson untuk memperkuat lini belakang Harimau Malaya.

Pengamat sepak bola Malaysia, Ahmad Zulkifli, menilai penambahan pemain berlatih di Arsenal dapat meningkatkan kualitas taktik dan disiplin tim.

Namun, proses naturalisasi sebelumnya sempat menimbulkan kontroversi, dengan beberapa kasus dianggap melanggar regulasi FIFA dan AFC, yang menyebabkan Malaysia mengalami WO pada kualifikasi Piala Asia 2027.

Skandal tersebut memaksa FAM meninjau kebijakan, namun kini berjanji mengikuti prosedur resmi dan mengajukan banding bila diperlukan.

Sementara itu, Indonesia, yang kini menempati peringkat FIFA lebih tinggi, berfokus pada pengembangan pemain lokal dan infrastruktur, yang dianggap kunci bagi ambisi lolos Piala Dunia 2046.

Pelatih timnas Indonesia, John Herdman, menyatakan pentingnya stabilitas skuad dan pengalaman kompetisi internasional untuk mencapai target dua dekade ke depan.

Jika naturalisasi Robinson berhasil, Malaysia diperkirakan akan menutup kesenjangan dengan Indonesia, namun keberhasilan jangka panjang tetap tergantung pada manajemen, pembinaan, dan kepatuhan regulasi.

Dengan seratus tahun menunggu, Harimau Malaya kini mengandalkan strategi naturalisasi sambil menatap regulasi, sementara tetangganya menyiapkan generasi baru yang diyakini dapat menembus Piala Dunia dalam dua puluh tahun mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.