Media Kampung – 08 April 2026 | CD Castellón berhasil mengalahkan Granada dengan skor 2-1 dalam laga tandang di Castalia, menambah tiga poin penting bagi tim asal Valencia.

Kemenangan tersebut menghidupkan kembali harapan klub untuk kembali naik ke Liga Primera setelah sekian lama terpuruk.

Pelatih Granada, Pacheta, melakukan rotasi besar-besaran, menurunkan beberapa pemain inti dan memberikan peluang kepada pemain muda di lini belakang.

Analisis pasca pertandingan menunjukkan bahwa Astralaga, yang kembali menjadi starter, gagal melakukan penyelamatan pada tiga peluang lawan, sementara Lemos mengalami kesulitan dalam duel satu lawan satu.

Oscar, yang kembali menduduki posisi bek tengah, melakukan dua kesalahan kritis yang hampir memberi gol kepada Castellón, namun berhasil memperbaiki diri di menit akhir.

Diaby mengambil peran sebagai pemimpin lini pertahanan setelah absen Manu Lama, menyelamatkan dua tembakan berbahaya dan mencetak gol balasan pada menit 27.

Williams beroperasi sebagai bek kiri namun kurang konsisten dalam duel udara, sedangkan Diallo menunjukkan performa yang stabil hingga diganti pada menit 70.

Izan kembali menjadi starter dan memberikan kontribusi signifikan dengan dua tembakan tepat sasaran serta umpan panjang yang memicu gol pertama Castellón.

Alemañ tampil cukup baik meski tidak menghasilkan peluang berbahaya, sementara Pablo Sáenz menjadi salah satu penyerang paling produktif Granada dengan enam dribel sukses dari delapan percobaan.

Arnáiz dan Pascual mengalami penurunan akurasi tembakan, namun Pascual berhasil mengeksekusi penalti yang menjadi gol kedua Granada.

Alex Sola masuk sebagai pengganti pada menit 58 dan segera memicu penalti yang menjadi gol ketiga Castellón, sementara Sergio Ruiz memberikan keseimbangan di lini tengah dengan akurasi umpan tinggi.

Manu Lama, bek tengah Granada, diragukan kemampuannya bermain karena cedera pubis yang mengganggu performa pada pertandingan sebelumnya melawan Las Palmas.

Rafael Lamelas menilai pertandingan ini sebagai “tes stres” bagi Granada, menyoroti pentingnya ketangguhan mental dalam menghadapi tekanan di liga kedua.

Di luar lapangan, Union of European Clubs (UEC) mengajukan revisi pembagian dana UEFA, menuntut peningkatan solidaritas dari 308 juta menjadi 2 miliar euro untuk klub-klub kecil.

Usulan tersebut dapat memberikan dukungan keuangan tambahan bagi tim seperti Castellón, yang beroperasi dengan anggaran terbatas di Segunda División.

Statistik resmi menunjukkan Castellón menguasai bola sebanyak 55 persen, menembakkan 14 tembakan dengan 6 di antaranya tepat sasaran, sementara Granada mencatat 9 tembakan dengan 3 tepat sasaran.

Kartu kuning yang diberikan pada Lemos dan Oscar menambah beban disiplin bagi Granada, yang harus menyesuaikan skuad di pertandingan berikutnya.

Dengan tiga poin tambahan, Castellón naik satu posisi menjadi peringkat keempat, berdekatan dengan zona promosi yang menuntut konsistensi performa.

Granada kini berada di zona tengah klasemen dan harus memperbaiki pertahanan agar tidak semakin terpuruk menjelang akhir musim.

Pertandingan selanjutnya, Castellón akan menjamu tim X pada pekan depan, sementara Granada akan berhadapan dengan tim Y dalam laga tandang.

Hasil ini menegaskan ambisi Castellón untuk kembali ke Liga Primera dan menambah tekanan pada Granada untuk bangkit kembali.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.