Media Kampung – 08 April 2026 | Federasi Sepak Bola Vietnam terus menambah pemain asing yang telah memenuhi syarat FIFA untuk mewakili negara ini.
Program naturalisasi fokus pada pemain yang telah tinggal di Vietnam minimal lima tahun, termasuk Nguyen Xuan Son yang dikenal sebagai Rafaelson.
Do Hoang Hen, pemain asal Brasil, juga memperoleh kewarganegaraan setelah meniti karier di liga domestik selama beberapa musim.
Kebijakan ini sejalan dengan peraturan FIFA yang mengizinkan pemain berganti kebangsaan bila memenuhi masa tinggal yang ditetapkan.
Vietnam menargetkan peningkatan kualitas skuad menjelang kompetisi regional dan kualifikasi Piala Dunia.
Strategi naturalisasi dipandang sebagai upaya cepat memperkuat posisi tim nasional di level Asia.
Sementara itu, Thailand menolak memperluas kebijakan naturalisasi tanpa ikatan darah Thailand.
Ketua Federasi Sepak Bola Thailand, Nualphan Lamsam, menyatakan pemain harus memiliki garis keturunan Thailand untuk memakai seragam nasional.
Lamsam menekankan pentingnya identitas nasional dalam tim yang mewakili negara.
Thailand lebih memilih mencari pemain keturunan Thailand yang berkarier di Eropa, seperti Nicholas Mickelson dan Jonathan Khemdee.
Pendekatan ini berbeda dengan Indonesia dan Malaysia yang aktif merekrut pemain keturunan asing.
Indonesia pernah menaturalisasi Cristian Gonzalez pada era 2000-an sebagai contoh kebijakan serupa.
Namun, Thailand menilai naturalisasi tanpa warisan tidak mencerminkan semangat timnas.
Menurut Lamsam, pembangunan sepak bola harus berlandaskan pada pengembangan pemain muda dan liga domestik.
Ia menilai fondasi yang kuat lebih berkelanjutan dibandingkan mengandalkan pemain naturalisasi.
Vietnam tetap mengoptimalkan kebijakan naturalisasi sambil meningkatkan program pembinaan usia muda.
Pemerintah Vietnam menyediakan fasilitas latihan dan kompetisi bagi pemain lokal untuk menutup kesenjangan.
Keberhasilan pemain naturalisasi di Vietnam masih dipantau oleh pengamat regional.
Beberapa analis menilai kontribusi Rafaelson dan Hendrio masih dalam tahap adaptasi pada taktik tim.
Latihan bersama pelatih utama timnas diharapkan mempercepat integrasi pemain naturalisasi.
Di sisi lain, performa timnas Thailand menunjukkan stabilitas meski tanpa banyak pemain naturalisasi.
Tim Thailand berhasil menembus fase grup di kualifikasi AFC dengan skuad yang mayoritas berakar lokal.
Perbandingan strategi antara Vietnam dan Thailand menjadi bahan diskusi dalam konferensi pers regional.
Lamsam menegaskan Thailand tidak menutup peluang bagi pemain keturunan Thailand yang berkembang di luar negeri.
Ia menambahkan pencarian talenta diaspora akan menjadi fokus jangka panjang federasi.
Vietnam tetap berkomitmen pada kebijakan naturalisasi sebagai solusi jangka pendek.
Federasi berharap kombinasi pemain lokal dan naturalisasi dapat meningkatkan peringkat FIFA negara.
Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Vietnam dalam kompetisi AFF dan kualifikasi Piala Dunia.
Keputusan masing-masing negara mencerminkan prioritas berbeda antara identitas nasional dan pencapaian kompetitif.
Pengembangan sepak bola Asia Tenggara kini berada pada persimpangan kebijakan naturalisasi dan pembinaan internal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan