Media Kampung – 07 April 2026 | Leeds United berhasil melaju ke semifinal Piala FA 2025/2026 setelah memenangkan adu penalti melawan West Ham United, dengan Pascal Struijk mengeksekusi tendangan penentu.
Pertandingan pada Senin 6 April 2026 berakhir imbang 2-2 setelah perpanjangan waktu; Struijk menutup serangkaian tembakan penalti dengan hasil akhir 4-2 untuk Leeds.
Leeds unggul 2-0 berkat gol Ao Tanaka pada menit ke-26 dan Dominic Calvert‑Lewin pada menit ke-75, namun West Ham menyamakan kedudukan melalui Mateus Fernandes (90+3′) dan Axel Disasi (90+6′).
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Leeds United mencapai semifinal FA Cup dalam 39 tahun, menandai kembalinya klub ke puncak kompetisi domestik.
Setelah adu penalti, Struijk menegaskan persiapan timnya berjalan baik dan memuji ketenangan rekan setimnya, khususnya kiper Luca Perri yang tampil impresif.
Ia menambahkan bahwa fokus utama kini adalah menghadapi Chelsea di Wembley, menilai dua pertemuan sebelumnya di liga memberi keyakinan meski tetap rendah hati.
John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, menyatakan kebahagiaan atas pencapaian Struijk yang sekaligus menjadi calon pemain termahal dalam sejarah timnas.
Simon Grayson, asisten pelatih Timnas Indonesia, mengunjungi markas Leeds United pada 17 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya PSSI mendekati Struijk untuk proses naturalisasi.
Struijk, lahir di Belanda dan memiliki darah Indonesia, secara teknis dapat memperkuat tiga negara, namun ia belum menerima panggilan resmi dari Belanda dan menolak spekulasi bergabung dengan timnas Indonesia.
Jika dinaturalisasi, Struijk dapat menambah kualitas lini pertahanan Timnas Indonesia, mengingat pengalaman luasnya di Premier League dan kemampuan bermain dalam tekanan tinggi.
Reaksi suporter Indonesia di media sosial menunjukkan antusiasme tinggi, dengan banyak yang menilai prestasi Struijk di FA Cup sebagai kebanggaan sekaligus harapan bagi skuad nasional.
Leeds United kini mempersiapkan diri untuk laga semifinal di Stadion Wembley, dengan Struijk diharapkan menjadi sosok kunci dalam strategi bertahan dan serangan balik.
Kesuksesan Struijk di turnamen ini memperkuat posisi tawar menengahnya di pasar internasional sekaligus menambah sorotan pada potensi kontribusinya bagi sepak bola Indonesia di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan