Media Kampung – 07 April 2026 | Lautaro Martínez mencetak dua gol dalam kemenangan Inter Milan 5-2 atas Roma pada putaran ke-31 Serie A.
Pencapaian itu menandai debutnya kembali ke lapangan setelah absen 45 hari karena cedera otot kaki kiri.
Gol pertama datang pada menit awal, ketika Marcus Thuram mengirimkan bola ke area kecil dan Martínez menaklukkan kiper Milan, Mile Svilar, dengan tembakan keras.
Kedua, pada babak kedua, Martínez kembali memanfaatkan umpan diagonal Thuram, mengalahkan pertahanan Roma, dan menambah keunggulan Inter.
Kemenangan tersebut memperlebar jarak Inter di puncak klasemen menjadi sembilan poin dari pesaing terdekat dengan hanya tujuh pertandingan tersisa.
Dengan tambahan dua gol, Martínez mencatat total 172 gol bersama Inter, menjadikannya pencetak gol ketiga terbanyak dalam sejarah klub.
Rekor ini menempatkannya di belakang legenda Giuseppe Meazza (284 gol) dan Roberto Bininsegna, yang masih memegang posisi dua.
Prestasinya menambah catatan pribadi dan memberikan sinyal kuat bagi pelatih Antonio Conte bahwa penyerang Argentina ini kembali dalam performa puncak.
“Saya senang bisa kembali dan membantu tim meraih kemenangan penting,” ujar Martínez dalam konferensi singkat setelah pertandingan.
Conte juga memuji kontribusi Martínez, menyebutnya sebagai “toro” yang kembali mengendalikan serangan Inter.
Roma, yang berada di posisi menengah klasemen, kehilangan tiga poin penting setelah menelan dua gol dari Martínez.
Statistik pertandingan menunjukkan Inter menguasai penguasaan bola 58% dan menciptakan 18 peluang, sementara Roma hanya menghasilkan 7 peluang.
Penampilan Martínez menegaskan peran vitalnya dalam strategi serangan Inter yang mengandalkan kecepatan sayap dan penyelesaian akhir yang tajam.
Para pengamat menilai bahwa kembali fitnya Martínez meningkatkan peluang Inter mempertahankan gelar Serie A.
Tim medis Inter mengkonfirmasi bahwa Martínez telah menjalani program rehabilitasi yang intensif dan dinyatakan fit secara penuh.
Sejak kembali, Martínez mencatat rata-rata satu gol per pertandingan, menambah kepercayaan diri tim.
Kemenangan melawan Roma juga memperkuat moral skuad menjelang sisa musim, dengan tiga pertandingan penting menanti.
Inter kini menargetkan mengamankan gelar Serie A sekaligus bersaing di kompetisi Eropa, menambah beban pada pemain kunci seperti Martínez.
Dengan performa ini, Martínez memperkuat posisinya sebagai salah satu penyerang paling produktif di liga Italia.
Keberhasilan Inter dalam menutup musim ini akan sangat dipengaruhi oleh konsistensi performa Martínez dan rekan-rekannya di lini depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan