Media Kampung – 06 April 2026 | Gerard Martín, bek kiri Barcelona, terhindar dari kartu merah pada laga La Liga melawan Atlético Madrid setelah keputusan wasit ditinjau ulang oleh VAR.
Barcelona berhasil mengamankan kemenangan 2-1 berkat gol penentu di menit 89, sementara pertandingan berlangsung tegang sejak awal.
Pada menit ke-46, Martín menangkis bola, namun sepatu kanannya mengenai pergelangan kaki Thiago Almada, memicu wasit Mateo Busquets mengeluarkan kartu merah secara langsung.
Petugas VAR, Mario Melero Lopez, segera menghentikan permainan dan meminta Busquets memeriksa kembali insiden melalui monitor di pinggir lapangan.
Setelah menonton rekaman berulang, wasit memutuskan mengganti kartu merah dengan kuning, menilai bahwa kontak tersebut terjadi dalam alur permainan normal.
Busquets menjelaskan, “Pemain Barcelona mengontrol bola, kemudian melakukan kontak secara alami; saya batalkan kartu merah dan berikan kuning.”
Diego Simeone, pelatih Atlético, menanggapi keputusan itu dengan nada kritis, menyebut perlunya konsistensi dalam penegakan aturan dan mengajukan protes ke Komite Wasit.
Pelatih Barcelona, Xavi Hernández, menyatakan keputusan VAR membantu menjaga keadilan pertandingan, meski menekankan pentingnya keputusan yang cepat.
Federasi Sepak Bola Spanyol kemudian merilis rekaman audio VAR yang menegaskan bahwa tindakan Martín tidak memenuhi kriteria kartu merah menurut peraturan.
Insiden ini menambah deretan kontroversi keputusan wasit di musim ini, termasuk beberapa kasus serupa yang menimbulkan perdebatan di kalangan pengamat.
Atlético Madrid bersama dengan klub lain mengajukan laporan resmi ke Komite Wasit, menuduh adanya bias dalam proses peninjauan VAR.
Kebijakan VAR memungkinkan Barcelona tetap bermain dengan sebelas pemain, sedangkan Atlético harus bertahan dengan sepuluh pemain setelah Nico Gonzalez dikeluarkan pada babak pertama.
Kemenangan ini menambah selisih poin Barcelona menjadi tujuh poin di atas Real Madrid, memperkuat posisi mereka di puncak klasemen La Liga.
Kasus kartu merah yang dibatalkan menegaskan peran penting teknologi dalam sepak bola modern, sekaligus menyoroti tantangan dalam mencapai keputusan yang konsisten dan dapat diterima semua pihak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan