Media Kampung – 06 April 2026 | Poslab Labuhanbatu tetap bertahan di Liga 4 Piala Gubernur Sumatera Utara meski catatan hasil belum memuaskan, sementara duet pelatih Sonny Heriadi Siregar dan Dedy Suandy Aritonang menegaskan kebanggaan atas mental juang para pemain.
Tim telah menjalani lima laga sejak awal kompetisi, mencatat tiga kekalahan dan dua hasil imbang yang menunjukkan adanya perbaikan di tengah tantangan lawan yang lebih berpengalaman.
Kekalahan pertama datang dari Kwarta dengan skor 0-4, menandai awal yang berat bagi Poslab dan menyoroti kesulitan dalam mengendalikan tekanan lawan.
Pertandingan selanjutnya melawan Harjuna Putra berakhir 0-2, namun pertahanan mulai menunjukkan peningkatan koordinasi dibandingkan laga pembuka.
Melawan Binjai City, Poslab berhasil mencetak satu gol meski harus menelan kekalahan 1-4; serangan tim tampak lebih berani dan terstruktur.
Imbang 3-3 melawan Brimo Langkat menjadi titik balik, dengan kerja sama antar lini yang lebih solid dan kemampuan mencetak gol yang merata.
Hasil seri 1-1 melawan Gunung Sitoli Khodam FC menegaskan ketahanan mental tim pada babak akhir kompetisi.
Duet pelatih terus memberikan pendampingan intensif, melakukan evaluasi rutin, dan menekankan pentingnya fokus mental pemain di setiap pertandingan.
Sonny Heriadi Siregar menegaskan, “Kami tidak mencari alasan; persiapan minim dan banyak pemain junior bukan pembenaran atas hasil yang kurang memuaskan.”
Ia menambah, “Keterbatasan harus menjadi motivasi untuk membangun karakter; pemain harus belajar bertanggung jawab dan memiliki mental kuat di lapangan.”
Dedy Suandy Aritonang menilai progres tim jelas terlihat, “Meskipun hasil belum ideal, anak‑anak kami berani, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah.”
Pelatih menegaskan komitmen untuk terus mendampingi tim, “Tidak ada kata berhenti; kami akan membangun kekuatan baru dari keterbatasan yang ada.”
Pendekatan pelatih tidak hanya terfokus pada teknik, melainkan juga pada pengembangan mental dan karakter, yang dianggap sebagai fondasi penting bagi kompetitivitas jangka panjang.
Setiap pertandingan diikuti dengan evaluasi detail, menyoroti aspek penyelesaian akhir, konsistensi permainan, dan koordinasi antar lini sebagai prioritas perbaikan.
Dukungan masyarakat Labuhanbatu tetap mengalir, memberikan motivasi tambahan bagi pemain yang tengah meniti proses pembentukan tim masa depan.
Meski hasil belum berpihak, perjalanan Poslab di Liga 4 musim ini diyakini menghasilkan pelajaran berharga yang akan memperkuat tim untuk kompetisi mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan