Media Kampung – 06 April 2026 | PAOK tidak melanjutkan pertandingan melawan Panathinaikos pada Minggu sore karena pelatih kepala mereka, Razvan Lucescu, meninggalkan tim untuk berada di sisi ayahnya yang kritis.

Keputusan ini diambil menjelang kickoff jam 17.00 BST.

Razvan, yang kembali melatih PAOK sejak 2021, menerima kabar bahwa ayahnya, Mircea Lucescu, 80 tahun, berada dalam kondisi koma setelah serangan jantung pada Jumat pagi.

Mircea sebelumnya baru saja mengundurkan diri dari posisi pelatih nasional Rumania.

Rumah sakit Universitas Bucharest melaporkan bahwa Mircea berada dalam koma terinduksi dan diperkirakan hanya memiliki beberapa hari hidup.

Keluarga termasuk istri Neli dan cucu Marilu sudah berada di sana.

Razvan mengakhiri kehadirannya di stadion dan terbang ke Rumania untuk mendampingi ayahnya.

Ia menyampaikan kepada media bahwa prioritasnya kini adalah keluarga.

“Saya tidak dapat memberikan pernyataan lebih jauh, saya hanya ingin berada di samping ayah saya,” ujar Razvan dalam pernyataan singkat.

Ia menegaskan tidak ada komentar medis yang dapat ia sampaikan.

Mircea Lucescu adalah salah satu pelatih paling berpengalaman di Eropa, dengan karier meliputi Inter Milan, Galatasaray, dan Besiktas serta mengantarkan tim ke fase grup Liga Champions.

Ia pernah melatih Tim Nasional Rumania pada 1981‑1986 dan kembali pada 2024.

Pada masa kepemimpinannya, Mircea menorehkan lebih dari 500 kemenangan di level klub dan internasional, serta dikenal karena taktik defensif yang disiplin.

Ia juga pernah menjabat sebagai pelatih Turki (2017‑2019) dan Dynamo Kyiv (2020‑2023).

Kesehatan Mircea sempat membaik setelah operasi jantung dan pemasangan stent kelima, namun kondisi memburuk dalam beberapa jam terakhir.

Dokter belum memberikan perkiraan pasti selain pernyataan “hanya beberapa hari”.

Kepergian Razvan dari PAOK menimbulkan kebingungan di antara pemain dan suporter.

Tim harus mengatur strategi tanpa pelatih utama menjelang pertandingan penting melawan rival tradisional Panathinaikos.

Derbi PAOK vs Panathinaikos merupakan salah satu laga paling sengit di Super League Yunani, dengan kedua klub bersaing untuk posisi playoff.

Pertandingan dijadwalkan menjadi penentu tempat di babak akhir musim.

Pengganti sementara Razvan belum diumumkan, sehingga asisten pelatih harus mengambil alih taktik dan persiapan.

PAOK diperkirakan akan bermain dengan formasi defensif untuk menahan serangan Panathinaikos.

Panathinaikos, yang berada di posisi lebih tinggi pada tabel, diharapkan memanfaatkan situasi PAOK yang kurang stabil.

Mereka menyiapkan skuad lengkap tanpa gangguan.

Suporter kedua klub menanggapi berita ini dengan campuran keprihatinan dan harapan.

Banyak penggemar PAOK mengirimkan doa untuk kesehatan Mircea, sementara yang lain menanti keputusan liga terkait penundaan.

Federasi Sepak Bola Yunani (EPO) belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal.

Namun, standar prosedur mengizinkan penyesuaian bila tim tidak dapat menurunkan tim utama.

Keluarga Lucescu memiliki tradisi panjang dalam dunia sepak bola.

Razvan sendiri pernah melatih Tim Nasional Rumania (2009‑2011) dan klub Al Hilal di Arab Saudi sebelum kembali ke PAOK.

Hubungan profesional antara ayah dan anak sering menjadi sorotan, mengingat keduanya pernah menjadi rekan kerja pada tim nasional.

Kesamaan filosofi taktik menjadi bahan perbincangan di kalangan analis.

Meskipun fokus utama kini pada kondisi kritis Mircea, berita ini menambah tekanan pada PAOK yang harus bersaing di liga domestik.

Keberhasilan atau kegagalan di derby dapat mempengaruhi peluang playoff mereka.

Kondisi Mircea Lucescu tetap dipantau oleh tim medis, sementara Razvan terus berada di sisi sang ayah.

Keluarga berharap doa dan perawatan dapat memperpanjang waktu bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.